VIVA – Bagi pencinta sinetron dan dunia hiburan era 1990-an hingga awal 2000-an, nama Sarah Azhari tentu sudah tidak asing lagi. Sosoknya dikenal sebagai aktris multitalenta yang sukses berkiprah sebagai pemain sinetron, model, presenter, hingga penyanyi.
Parasnya yang menawan membuat Sarah menjadi salah satu selebritas yang kerap mencuri perhatian publik pada masanya.
ADVERTISEMENT
GULIR UNTUK LANJUT BACA
Seiring berjalannya waktu, Sarah Azhari memang sudah jarang terlihat di layar kaca Indonesia. Meski demikian, kiprah dan perjalanan hidupnya masih menarik untuk disimak.
Berbeda dengan masa-masa ketika ia aktif di dunia hiburan, kini Sarah menjalani kehidupan yang berbeda. Berikut ulasannya, sebagaimana dihimpun Viva pada Rabu, 5 Agustus 2026.
Mengawali Karier Sejak Pertengahan 1990-an
Sarah Azhari lahir di Bandung, Jawa Barat, pada 16 Juni 1977. Ia merupakan anak keenam dari delapan bersaudara di keluarga Azhari.
Dunia hiburan bukan hal yang asing bagi keluarganya karena kakaknya, Ayu Azhari dan Ibra Azhari, serta adiknya, Rahma Azhari, juga dikenal sebagai publik figur.
Karier Sarah dimulai pada 1994 melalui sinetron Hati Seluas Samudera. Penampilannya mendapat perhatian dan membuka jalan untuk membintangi sejumlah sinetron populer lainnya, seperti Senja Makin Merah, Maafkan Daku Bila Mencintaimu, Asmara, Masih Ada Waktu, Perkawinan Rahasia, hingga Lupus Milenia.
Tak hanya sukses di layar kaca, Sarah juga membintangi beberapa film layar lebar, di antaranya Daun di Atas Bantal, Suami-suami Takut Istri The Movie, Tiren: Mati Kemaren, dan Hantu Cantik Kok Ngompol.
Selain berakting, Sarah sempat merambah dunia musik. Ia merilis album Peluk Aku Cium Aku pada 1999 dan album mini bertajuk Sarah Azhari pada 2009. Setelah itu, ia juga masih aktif merilis sejumlah lagu, seperti Last Christmas pada 2020, Dance To Survive pada 2021, dan Near or Far bersama ASTRØMAN pada 2022.
Memilih Fokus Menjalani Kehidupan Bersama Keluarga
ADVERTISEMENT
GULIR UNTUK LANJUT BACA
Di tengah karier yang sedang bersinar, Sarah memutuskan membangun rumah tangga bersama Pedro Miguel Stoffel Cidrack Viegas Carrascalão. Keduanya menikah pada 16 April 2000 dan dikaruniai seorang putra bernama Albany Ray Carrascalao.
Sejak 2011, Sarah bersama keluarga menetap di Los Angeles, Amerika Serikat. Kehidupan yang dijalaninya pun berubah cukup signifikan. Jika sebelumnya disibukkan dengan berbagai aktivitas di dunia hiburan, kini ia lebih fokus menjalani peran sebagai istri dan ibu.
Halaman Selanjutnya
Dalam beberapa kesempatan saat berkunjung ke Indonesia, Sarah pernah bercerita bahwa tinggal di Amerika Serikat membuatnya lebih mandiri. Hampir semua pekerjaan rumah ia lakukan sendiri tanpa bantuan asisten rumah tangga. Pengalaman tersebut menjadi salah satu penyesuaian terbesar yang ia rasakan setelah pindah dari Indonesia.

21 hours ago
4



















