Masih Ingat Titiek Sandhora? Dulu Lagu-Lagunya Rajai Radio Era 70-an, Begini Kabarnya Sekarang

5 days ago 17

Jumat, 21 Agustus 2026 - 14:02 WIB

VIVA – Ada masa ketika sebuah lagu bisa menjadi pembicaraan banyak orang hanya karena berkali-kali terdengar dari radio. Belum ada YouTube, Spotify, atau media sosial untuk membuat sebuah lagu viral dalam hitungan jam. 

Radio menjadi salah satu pintu utama bagi penyanyi untuk dikenal masyarakat.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Di tengah situasi tersebut, nama Titiek Sandhora berhasil mencuri perhatian. Suaranya menghiasi siaran radio pada akhir 1960-an hingga awal 1970-an, dengan lagu-lagu yang kemudian begitu akrab di telinga pendengar.

Salah satu lagu yang melekat dengan namanya adalah “Si Bontjel”. Lagu tersebut menjadi salah satu rekaman awal Titiek ketika usianya baru 15 tahun. Setelah itu, kariernya berkembang dan sejumlah lagu lain ikut memperkuat popularitasnya.

Bukan hanya sebagai penyanyi solo, Titiek juga memiliki perjalanan panjang bersama Muchsin Alatas. Keduanya kemudian dikenal sebagai pasangan duet yang melahirkan sejumlah lagu cinta populer dan bahkan melanjutkan kisah tersebut ke kehidupan rumah tangga.

Titiek Sandhora sendiri lahir di Jakarta pada 20 Januari 1954 dengan nama Oemijati. Nama Sandhora, ternyata bukan nama yang diberikan sejak lahir. Nama tersebut muncul ketika dirinya masih balita, usai sang ayah pulang dari tugas bersama Kontingen Garuda di Mesir dan Kongo.

Ketika berusia 15 tahun, Titiek mulai masuk ke dunia rekaman. “Si Bontjel” yang dirilis pada 1969 menjadi salah satu lagu yang membuat namanya semakin dikenal. Pada masa itu, lagu-lagunya disebut hampir setiap hari diputar di radio, termasuk radio swasta yang mulai bermunculan di berbagai kota.

Popularitas tersebut kemudian berlanjut melalui sejumlah lagu seperti “Si Djago Mogok”, “Merantau”, “Fujiyama”, “Walang Kekek”, “Perasaan Jang Ditinggalkan”, “Keagungan Tuhan”, hingga “Putus Tjinta di Batas Kota”. Titiek juga merekam sejumlah album sepanjang akhir 1960-an dan 1970-an.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Nama Titiek semakin lekat dengan Muchsin Alatas ketika keduanya menjadi pasangan duet. “Halo Sayang”, “Dunia Belum Kiamat”, “Pertemuan Adam dan Hawa”, “Hatimu Hatiku”, hingga “Percaya Harapan dan Cinta” menjadi beberapa lagu yang memperkuat popularitas keduanya.

Pada era ketika musik masih sangat mengandalkan radio, pasangan tersebut menjadi salah satu duet yang populer. Lagu-lagu mereka banyak didengarkan masyarakat dan menjadi bagian dari nostalgia musik Indonesia pada masa itu.

Halaman Selanjutnya

Hubungan profesional mereka kemudian berkembang menjadi hubungan pribadi. Titiek Sandhora dan Muchsin Alatas menikah pada 1972. Dari pernikahan tersebut, mereka dikaruniai tiga anak, yakni Bobby Sandhora, Beby, dan Bella, serta tiga cucu.

Halaman Selanjutnya

Read Entire Article
Sindikasi | Jateng | Apps |