Chengdu, VIVA – Mazda mulai membawa teknologi bantuan berkendara ke level yang lebih tinggi melalui pembaruan SUV listrik CX-6e. Mobil ini kini dibekali LiDAR di bagian atap yang membuat sistemnya mampu melakukan sejumlah manuver secara otomatis, termasuk berpindah lajur untuk menyalip kendaraan lain.
Pembaruan tersebut diperkenalkan di Chengdu Auto Show 2026, China. Selain versi mobil listrik murni, CX-6e juga tersedia dengan teknologi EREV atau kendaraan listrik yang dibantu mesin bensin sebagai pembangkit energi.
ADVERTISEMENT
GULIR UNTUK LANJUT BACA
Dilihat VIVA Otomotif dari CNC, Minggu 23 Agustus 2026, LiDAR menjadi salah satu perubahan terbesar pada Mazda CX-6e terbaru. Sensor tersebut bekerja bersama tiga radar gelombang milimeter, 12 sensor ultrasonik, dan 11 kamera.
Kombinasi berbagai sensor itu mendukung sistem bantuan berkendara Level 2 dengan lebih dari 200 skenario. Meski memiliki kemampuan melakukan sejumlah manuver secara otomatis, pengemudi tetap harus mengawasi kendaraan dan tidak bisa menyerahkan seluruh kendali kepada sistem.
Di jalan tol, Mazda mengklaim CX-6e dapat membantu kendaraan berpindah jalur dan menyalip mobil yang berjalan lebih lambat. Sistemnya juga dirancang untuk membantu menghadapi jalan masuk dan keluar tol hingga menuju area peristirahatan.
Kemampuannya tidak berhenti di jalan tol. Saat digunakan di kawasan perkotaan, sistem bantuan berkendara tersebut diklaim dapat membantu kendaraan melewati persimpangan dan bundaran, bahkan melakukan putar balik dalam kondisi tertentu.
Mazda juga membekali CX-6e dengan kemampuan menghindari rintangan melalui perpindahan lajur darurat. Fitur parkir otomatis jarak jauh dan path-following parking turut menjadi bagian dari teknologi yang ditawarkan.
Sistem bantuan tersebut dapat bekerja pada kecepatan 0 hingga 130 km/jam di jalan tol. Untuk penggunaan di area perkotaan, rentang operasinya diklaim mencapai 0 sampai 80 km/jam.
ADVERTISEMENT
GULIR UNTUK LANJUT BACA
Di China, Mazda CX-6e juga dikenal dengan nama EZ-60 dan dikembangkan bersama Changan Mazda. SUV ini menggunakan platform EPA1 milik Changan dan memiliki hubungan teknis dengan Deepal S07.
Mazda menawarkan dua pilihan sumber tenaga untuk CX-6e. Versi EV memakai baterai LFP berkapasitas 77,94 kWh dengan jarak tempuh 585 hingga 600 kilometer berdasarkan standar CLTC.
Halaman Selanjutnya
Sementara versi EREV menggunakan motor listrik 190 kW atau setara 255 daya kuda untuk menggerakkan roda. Mesin bensin 1,5 liter di bagian depan berfungsi sebagai range extender, dengan baterai LFP 31,73 kWh yang diklaim mampu memberikan jarak tempuh listrik hingga 200 kilometer berdasarkan standar CLTC.

3 days ago
9
















:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/9310865/original/081850900_1785378315-cropped-2d7f636b-2380-40cc-a881-ea61c56069f5.jpg)

