Tokyo, VIVA – Di tengah industri otomotif yang semakin sering menghadirkan model baru, Mazda justru mengambil langkah berbeda untuk CX-30. SUV kompak tersebut tidak akan buru-buru berganti generasi, meski sudah dipasarkan sejak 2019.
Disadur VIVA Otomotif dari Carscoops, Kamis 20 Agustus 2026, penerus CX-30 baru ditargetkan hadir pada tahun fiskal 2030, atau periode yang berakhir pada Maret 2031. Artinya, generasi yang beredar saat ini bisa bertahan lebih dari 10 tahun sebelum mengalami perubahan besar.
ADVERTISEMENT
GULIR UNTUK LANJUT BACA
Keputusan tersebut menunjukkan Mazda tidak hanya melihat usia produk sebagai alasan untuk langsung menghadirkan generasi baru. Selama permintaan pasar masih kuat, perusahaan memilih memaksimalkan model yang ada sambil mempersiapkan perubahan teknologi untuk penerusnya.
Strategi ini cukup masuk akal jika melihat posisi CX-30 dalam penjualan global Mazda. Sepanjang 2025, model tersebut terjual 208.869 unit dan menjadi kendaraan terlaris kedua merek Jepang itu setelah CX-5.
Sejak pertama kali diperkenalkan, CX-30 memang sudah beberapa kali mendapat pembaruan. Namun, sebagian besar perubahan belum menyentuh desain bodi maupun interior secara total.
Mazda tampaknya ingin menggunakan waktu yang lebih panjang untuk menyiapkan generasi berikutnya. CEO Mazda, Masahiro Moro, menyebut pengembangan CX-30 baru akan dilakukan dengan perhatian besar terhadap efisiensi biaya.
CX-5 generasi terbaru akan menjadi salah satu acuan dalam pengembangan tersebut. Mazda sebelumnya berhasil mengurangi bobot penggunaan baja pada bodi CX-5 hingga 10 persen, meski ukuran SUV itu justru bertambah dibandingkan pendahulunya.
Pendekatan tersebut bisa menjadi gambaran arah pengembangan CX-30 baru. Mazda berpeluang membuat kendaraan yang lebih efisien tanpa harus mengorbankan ukuran, fitur, maupun aspek keselamatan.
Mazda memang belum mengungkapkan platform dan spesifikasi penerus CX-30. Namun, SUV ini diperkirakan tetap menggunakan konfigurasi penggerak roda depan dan berpotensi berbagi sejumlah teknologi dengan Mazda3 generasi berikutnya.
ADVERTISEMENT
GULIR UNTUK LANJUT BACA
Menariknya, masa tunggu yang panjang juga memberi kesempatan bagi Mazda untuk memasukkan teknologi baru. CX-30 generasi kedua diperkirakan berpeluang menggunakan mesin bensin SkyActiv-Z yang sedang dipersiapkan perusahaan.
Selain mesin baru, Mazda juga mengembangkan sistem hybrid self-charging secara mandiri. Teknologi tersebut dijadwalkan diperkenalkan pertama kali melalui CX-5 pada 2027 sebelum berpotensi diterapkan pada model lain.
Halaman Selanjutnya
Strategi mempertahankan CX-30 lebih lama juga muncul saat Mazda menghadapi tekanan biaya di pasar global. Kenaikan harga bahan baku, ketidakpastian ekonomi, hingga perubahan tarif perdagangan menjadi faktor yang membuat pengembangan produk harus dilakukan lebih efisien.

6 days ago
1
















:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/9310865/original/081850900_1785378315-cropped-2d7f636b-2380-40cc-a881-ea61c56069f5.jpg)

