Tokyo, VIVA Otomotif – Mesin rotary Mazda sebenarnya sudah lama kehilangan tempat sebagai sumber tenaga utama mobil produksi massal, tetapi teknologi ini tampaknya belum benar-benar ditinggalkan. Di tengah industri yang bergerak menuju elektrifikasi, pabrikan asal Jepang tersebut justru masih mengembangkan sejumlah solusi teknis untuk mesin dengan desain unik itu.
Sinyal terbaru datang dari dokumen paten yang diajukan Mazda terkait sistem exhaust gas recirculation atau EGR khusus untuk mesin rotary. Teknologi ini menarik perhatian karena EGR merupakan salah satu komponen yang dapat membantu mesin pembakaran menekan emisi gas buang.
ADVERTISEMENT
GULIR UNTUK LANJUT BACA
Pada mesin rotary generasi lama, sistem seperti ini belum menjadi perhatian utama karena standar emisi pada masanya masih berbeda dengan sekarang. Namun, tantangan terbesar rotary modern bukan hanya menghasilkan tenaga, melainkan bagaimana membuatnya memenuhi regulasi emisi dan tetap memiliki daya tahan untuk penggunaan jangka panjang.
Disadur VIVA Otomotif dari Carscsoops, Jumat 21 Agustus 2026, paten tersebut memperlihatkan upaya Mazda mengatur aliran gas buang dari beberapa jalur pada rumah mesin rotary. Salah satu jalur dapat dimanfaatkan untuk menggerakkan turbocharger, sementara jalur lainnya terhubung dengan sistem EGR yang dilengkapi pendingin.
Udara yang telah didinginkan kemudian dapat digunakan kembali untuk membantu pengendalian emisi pada kondisi tertentu. Saat mesin bekerja dengan beban tinggi dan fungsi EGR tidak diperlukan, aliran tersebut juga dirancang agar dapat dialihkan ke bagian lain dari sistem gas buang.
Pengembangan ini menunjukkan bahwa Mazda masih berusaha mencari jawaban atas persoalan yang selama ini membatasi masa depan mesin rotary. Karakter mesinnya memang mampu menghasilkan tenaga besar dari dimensi yang relatif ringkas, tetapi konsumsi bahan bakar, emisi, dan ketahanan komponen menjadi pekerjaan rumah yang tidak sederhana.
ADVERTISEMENT
GULIR UNTUK LANJUT BACA
Meski demikian, paten baru bukan berarti Mazda sudah memastikan akan segera meluncurkan mobil sport rotary. Dokumen tersebut hanya memperlihatkan bahwa riset terhadap teknologi Wankel masih berjalan, tanpa memberikan kepastian mengenai kapan atau untuk model apa mesin tersebut akan digunakan.
Spekulasi mengenai kembalinya rotary semakin ramai setelah Mazda beberapa kali menampilkan mobil konsep seperti Iconic SP dan Vision X-Coupe. Kedua konsep itu kembali membangkitkan harapan penggemar, terutama karena Mazda pernah menunjukkan kemungkinan penggunaan mesin rotary bersama teknologi elektrifikasi dan bahkan turbocharger.
Halaman Selanjutnya
Bagi Mazda, rotary juga memiliki nilai sejarah yang kuat karena pernah menjadi identitas sejumlah mobil ikonik, termasuk RX-7 dan RX-8. Namun, setelah produksi RX-8 berakhir pada 2012, mesin tersebut praktis tak lagi digunakan sebagai penggerak utama mobil sport produksi.

5 days ago
8
















:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/9310865/original/081850900_1785378315-cropped-2d7f636b-2380-40cc-a881-ea61c56069f5.jpg)

