MBG Dinilai Berperan Ringankan Beban Ekonomi Keluarga Anak Penerima Manfaat

4 days ago 5

Jumat, 6 Maret 2026 - 19:03 WIB

Jakarta, VIVA – Hasil kajian riset dari Research Institute of Socio-Economic Development (RISED) dan Pusat Kajian Sosiologi Universitas Indonesia (LabSosio UI) menunjukkan, program MBG memiliki berbagai aspek positif bagi siswa dan masyarakat.

Peneliti RISED, M. Fajar Rakhmadi menjelaskan, program MBG telah berdampak terhadap pengeluaran rumah tangga dan anak penerima manfaat. Dimana sebanyak 81 persen orang tua dari rumah tangga rentan menyatakan mendukung keberlanjutan MBG.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

"Menariknya, dukungan ini bukan semata soal penghematan uang, tetapi lebih pada rasa aman dan kepastian bahwa anak mereka mendapat akses makanan bergizi selama di sekolah,” kata Fajar dalam keterangannya, Jumat, 6 Maret 2026.

Menu Makan Bergizi Gratis (MBG) terdiri dari nasi, ayam dan sayur

Hasil penelitian RISED menunjukkan adanya pola perubahan pada kebiasaan makan anak. Sebanyak 72 persen orang tua melaporkan, anak menjadi lebih rutin mengonsumsi makanan bergizi, dan 55 persen menyatakan anak lebih mudah menerima variasi jenis makanan.

"Lebih dari sekadar mengenyangkan dan memberi nutrisi, lebih jauh lagi MBG ternyata berdampak terhadap peningkatan semangat belajar siswa," ujarnya.

Hal senada juga ditemukan dalam hasil riset LabSosio UI. Ketua LabSosio-LPPSP FISIP UI, Dr. Hari Nugroho, MA menjelaskan, salah satu temuan paling menggembirakan dari riset ini adalah tingginya penerimaan masyarakat, terutama dari kalangan ekonomi menengah ke bawah.

"Para orang tua siswa yang ditemui di lapangan umumnya memberikan penilaian yang sangat positif terhadap program ini.” ujar Hari.

Menurut hasil riset tersebut, kehadiran MBG dinilai sangat membantu meringankan beban ekonomi keluarga dan menghemat uang jajan anak.

Bagi orang tua yang sibuk bekerja di pagi hari, program ini menjadi solusi praktis yang memastikan anak-anak mereka tidak kelaparan dan tetap mendapatkan akses makanan bergizi di sekolah.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

"Hampir separuh murid atau 48,5 persen siswa, mengaku jarang atau bahkan tidak pernah sarapan sebelum berangkat ke sekolah. Dengan begitu 85,8% siswa selalu menghabiskan makanan MBG yang disajikan," ujarnya.

Secara keseluruhan, program MBG telah meletakkan fondasi yang kuat dalam mendukung kesehatan dan pendidikan anak bangsa. Dengan penyempurnaan yang berkelanjutan dan sinergi lintas sektor, program ini siap menjadi katalis utama dalam membangun generasi Indonesia yang lebih sehat dan cerdas.

Tumpukan uang rupiah dengan berbagai nominal

Rupiah Melemah usai Respons BI soal Fitch Ratings Pertahankan Peringkat Kredit RI

Hingga pukul 09.15 WIB rupiah ditransaksikan di Rp 16.908 per dolar AS. Posisi itu melemah 3 poin atau 0,02 persen dari posisi sebelumnya di level Rp 16.905 per dolar AS.

img_title

VIVA.co.id

6 Maret 2026

Read Entire Article
Sindikasi | Jateng | Apps |