VIVA – Jay Idzes, bek Sassuolo dan kapten Timnas Indonesia baru-baru ini masuk dalam daftar pemain belakang paling bernilai di Serie A dengan nilai transfer yang cukup terjangkau.
Hal itu dirilis oleh akun fanbase asal Italia yang memprediksi jika Jay Idzes dan empat pemain belakang Serie A lainnya bakal jadi komoditi panas di bursa transfer.
ADVERTISEMENT
GULIR UNTUK LANJUT BACA
Kapten Jay Idzes tidak dapat menyertai perjuangan Timnas Indonesia di Piala AFF 2026 lantaran tengah bersiap dengan klubnya Sassuolo menuju musim baru.
Sepeninggal Tarik Muharemovic ke Leeds United, otomatis Jay Idzes yang jadi andalan di lini pertahanan Sassuolo. Ini terlihat ketika dia tampil starter di agenda pra-musim.
Jay Idzes menjadi andalan pelatih Alberto Aquilani ketika Sassuolo bertanding di turnameb segitiga yang mempertemukan Padova, Parma dan Trento.
Namun, di tengah kesibukannya bersama Sassuolo, media asal Italia memberitakan sebuah kabar terkait kiprah Jay Idzes di Serie A musim depan.
Bek Paling Worth It
Jay Idzes disorot media Italia
Photo :
- Instagram @fanta.tips_
Melansir dari laporan @fanta.tips_ pada 24 Juli silam, Jay Idzes masuk ke dalam daftar pemain belakang Serie A dengan harga terjangkau, namun kualitasnya mumpuni.
Ada catatan khusus dalam daftar ini yaitu para pemain belakang tersebut harus berasal dari klub-klub Serie A yang biasa berkutat di papan tengah hingga bawah.
“5 BEK LOW COST DARI TIM PAPAN TENGAH-BAWAH!
TUJUAN: DAPAT NILAI DENGAN BIAYA RENDAH!,“ tulis Instagram @fanta.tips_.
Tidak sendiri, ada empat pemain lainnya selain Jay Idzes yang masuk daftar ini, di antaranya ada Mariano Troilo (Parma), lalu Antonino Gallo (Lecce).
Adapun pemain belakang Serie A lainnya yang masuk list ini adalah Adam Obert (Cagliari) serta Armel Bella-Kotchap (Venezia) yang berpotensi jadi rebutan klub besar.
ADVERTISEMENT
GULIR UNTUK LANJUT BACA
“Yang dicari adalah pemain yang hampir pasti mendapat nilai (menit bermain rutin) dan, yang terpenting, biaya seminimal mungkin!,“ jelasnya.
Lebih jauh, para pemain belakang tersebut dianggap layak untuk menjadi pelapis saja di klub-klub besar Serie A, meski tak menutup kemungkinan bisa jadi pemain kunci.
Halaman Selanjutnya
“Intinya, untuk jadi pelapis saja—kalau ada bonus, itu sudah jadi keuntungan ekstra!,“ ungkapnya.

2 days ago
4


















