Melonjak 12 Persen, Program Pestani Bikin Petani Nganjuk Panen Bawang Merah 20 Ton Per Hektare

3 days ago 6

Kamis, 10 September 2026 - 16:30 WIB

Jakarta, VIVA – Anggota holding PT Pupuk Indonesia (Persero), PT Petrokimia Gresik (Persero), mendukung pengembangan bawang merah unggulan Kabupaten Nganjuk, Jawa Timur, melalui program “Pestani Bawang Merah Nyawiji”.

Melalui program yang melibatkan 120 petani dari 6 kecamatan di Nganjuk ini, dilakukan lah demonstration plot (demplot) yang menjadi bagian dari program.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

"Hal itu menghasilkan produktivitas bawang merah mencapai 20 ton per hektare, atau meningkat hingga 12 persen dibandingkan panen sebelumnya sebesar 18 ton per hektare," kata Direktur Keuangan dan Umum Petrokimia Gresik, Adityo Wibowo dalam keterangannya, Kamis, 10 September 2026.

Ilustrasi bawang merah.

Photo :

  • ANTARA FOTO/Irfan Anshori

Dia mengatakan, bawang merah merupakan salah satu komoditas hortikultura strategis, yang memiliki nilai ekonomi tinggi dan dekat dengan kebutuhan masyarakat. Karenanya, peningkatan produktivitas dan kualitas komoditas ini menjadi penting, karena tidak hanya untuk meningkatkan kesejahteraan petani tapi juga dalam menjaga ketersediaan pangan.

"Melalui Program Pestani, Petrokimia Gresik ingin hadir lebih dekat dengan petani. Kami tidak ingin berhenti pada penyediaan pupuk, tapi juga terus mendorong edukasi pemupukan berimbang, layanan uji tanah, pendampingan budidaya, pemanfaatan teknologi pertanian, serta penguatan ekosistem pertanian dari hulu hingga hilir," ujarnya.

Menurutnya, Jawa Timur memiliki peran strategis dalam produksi bawang merah nasional. Pada 2024, produksi bawang merah di Jawa Timur mencapai 476.666 ton, dari luas panen sekitar 53.681 hektare.

Sementara produksi bawang merah nasional mencapai 2.085.721 ton, dengan luas panen 188.561 hektare. Data tersebut menunjukkan posisi penting Jawa Timur dalam menopang produksi bawang merah nasional.

Di dalam ekosistem itu, Kabupaten Nganjuk menjadi salah satu sentra utama bawang merah. Potensi ini semakin kuat dengan keberadaan varietas lokal unggulan Tajuk atau Tanaman Asli Nganjuk, yang dikenal memiliki kualitas umbi unggul, warna menarik, ukuran seragam, serta daya simpan yang baik.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Adityo menyampaikan, Nganjuk menempati posisi kedua nasional dari sisi produksi bawang merah, sementara varietas Tajuk menempati posisi nomor satu nasional sebagai benih bawang merah.

“Pestani bukan sekadar kompetisi. Pestani kami hadirkan sebagai ruang bagi para petani untuk belajar, berbagi pengalaman, membangun kolaborasi, sekaligus menunjukkan praktik budidaya terbaik pada komoditas unggulan daerah," ujarnya.

Halaman Selanjutnya

Diketahui, program Pestani Bawang Merah Nyawiji diikuti 120 petani dari 6 kecamatan, yaitu Wilangan, Bagor, Rejoso, Nganjuk, Sukomoro, dan Gondang. Rangkaian program berlangsung sejak Maret hingga September 2026 melalui kompetisi budidaya bawang merah secara langsung di lapangan.

Halaman Selanjutnya

Read Entire Article
Sindikasi | Jateng | Apps |