Mengenal Hari Pengangguran Internasional yang Jatuh pada 6 Maret, Begini Awal Mula Sejarahnya

4 days ago 7

Jumat, 6 Maret 2026 - 21:00 WIB

Jakarta, VIVA – Hari ini, Jumat, 6 Maret 2026, dunia memperingati Hari Pengangguran Internasional. Ini merupakan momentum penting untuk menyoroti tantangan yang dihadapi jutaan orang tanpa pekerjaan. 

Ya, tidak banyak orang yang tahu bahwa hari peringatan ini eksis. Meskipun tidak diakui secara resmi oleh Perserikatan Bangsa-Bangsa atau badan internasional besar lainnya, Hari Pengangguran Internasional masih relevan hingga kini, karena pengangguran terus memengaruhi stabilitas finansial, martabat, dan kesejahteraan masyarakat.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Lantas, bagaimana sejarah munculnya Hari Pengangguran Internasional? Berikut informasi lengkapnya sebagaimana dirangkum dari CNBC pada Jumat, 6 Maret 2026.

Sejarah Hari Pengangguran Internasional

Sejarah Hari Pengangguran Internasional berakar dari masa Great Depression, krisis ekonomi global yang dipicu oleh keruntuhan pasar saham pada 1929. Dampaknya begitu luas, membuat pengangguran menjadi masalah yang meluas di seluruh dunia, sementara layanan sosial untuk membantu mereka yang terdampak masih sangat terbatas. 

Pada 6 Maret 1930, ribuan orang turun ke jalan di berbagai kota besar di dunia untuk memprotes pengangguran massal akibat Depresi Besar. Aksi-aksi ini kemudian dikenal sebagai Hari Pengangguran Internasional.

Ide pembentukan Hari Pengangguran Internasional awalnya dicetuskan oleh Komite Eksekutif Komunis Internasional (ECCI) di Moskow. Rencana awal pelaksanaan di tanggal 26 Februari 1930, namun akhirnya ditunda agar persiapan lebih matang. 

Meski ada penundaan, demonstrasi tetap berhasil menarik perhatian global, dari Jerman hingga Inggris, termasuk London. Sayangnya, beberapa aksi berujung kekerasan, menimbulkan korban jiwa dan luka-luka di Berlin, Wina, dan Bilbao. Sebaliknya, demonstrasi di London dan Sydney berlangsung lebih damai.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Di Amerika Serikat, 30 kota, termasuk Boston, Milwaukee, Baltimore, Cleveland, Washington D.C., San Francisco, dan Seattle, menggelar protes massal sebagai bagian dari kampanye global ini. Namun di New York City dan Detroit, protes meningkat menjadi kerusuhan besar ketika polisi bentrok dengan puluhan ribu demonstran yang menuntut pekerjaan.

Hari Pengangguran Internasional tidak hanya berhenti pada sejarahnya. Hari ini, pengangguran masih merenggut stabilitas finansial, rasa tujuan, dan martabat jutaan orang. Akibatnya, banyak yang menghadapi berbagai masalah keuangan seperti saldo rekening bank yang kosong, pembayaran sewa tertunda, prospek pekerjaan yang suram, bahkan tunawisma dan kasus bunuh diri. 

Halaman Selanjutnya

Sebab itu, peringatan ini menjadi platform penting untuk meningkatkan kesadaran masyarakat dan mendorong pihak berwenang mencari solusi nyata. Selain menjadi momentum refleksi, Hari Pengangguran Internasional juga menumbuhkan empati sosial bagi mereka yang berjuang memenuhi kebutuhan hidup sehari-hari. 

Halaman Selanjutnya

Read Entire Article
Sindikasi | Jateng | Apps |