Mengenang Sosok Trisno PAS Band, Bassis Legendaris yang Tutup Usia di 55 Tahun

7 hours ago 4

Sabtu, 1 Agustus 2026 - 21:00 WIB

VIVA – Kepergian Bambang Sutrisno atau Trisno pada Sabtu, 1 Agustus 2026, menjadi kabar duka bagi dunia musik Indonesia. Selama puluhan tahun, ia dikenal sebagai bassis PAS Band, grup musik yang telah melahirkan banyak karya. 

Wafatnya Trisno pun meninggalkan kesedihan mendalam bagi keluarga, rekan-rekan satu band, serta para pencinta musik Tanah Air.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Di balik penampilannya sebagai musisi rock, Trisno ternyata memiliki perjalanan hidup yang menarik. Ia tidak hanya mengabdikan diri di dunia musik, tetapi juga menekuni profesi sebagai pendidik. 

Berikut sosok dan perjalanan karier Trisno PAS Band sebagaimana dihimpun Viva pada Sabtu, 1 Agustus 2026.

Lahir di Bandung dan Dikenal dengan Nama Trisno

Trisno memiliki nama lengkap Bambang Sutrisno. Ia lahir di Bandung, Jawa Barat, pada 16 Agustus 1970 dan menghabiskan sebagian besar hidupnya di kota tersebut.

Di dunia musik, ia lebih dikenal dengan nama Trisno atau Trisnoize. Nama itu telah melekat sejak awal perjalanan kariernya bersama PAS Band hingga akhir hayatnya. Trisno meninggal dunia pada 1 Agustus 2026 di Bandung dalam usia 55 tahun.

Menjadi Bassis PAS Band

Nama Trisno tak bisa dipisahkan dari PAS Band. Ia merupakan pemain bass yang menjadi bagian penting dari perjalanan grup musik rock tersebut.

Permainan bassnya turut membentuk warna musik PAS Band yang dikenal memadukan unsur rock, alternatif, punk, hingga crossover. Bersama para personel lainnya, Trisno ikut mengantarkan PAS Band menjadi salah satu band rock yang bertahan lintas generasi.

Bermusik Bersama Sang Kakak

Hal menarik dari perjalanan Trisno di PAS Band adalah kebersamaannya dengan sang kakak, Bengbeng. Di dalam band, Bengbeng mengisi posisi gitaris, sementara Trisno memainkan bass. Kekompakan keduanya menjadi salah satu fondasi perjalanan panjang PAS Band hingga dikenal luas oleh masyarakat Indonesia.

Mengajar Bahasa Jerman

Tak banyak yang mengetahui bahwa Trisno juga memiliki profesi di luar dunia hiburan. Selain menjadi musisi, ia merupakan seorang guru bahasa Jerman. 

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Sempat Dirawat Kritis di ICU

Sebelum kabar wafatnya diumumkan, kondisi Trisno sempat dikabarkan menurun hingga harus menjalani perawatan di ruang ICU. Kabar tersebut disampaikan Sandy melalui unggahan di Instagram sebelum Trisno meninggal dunia.

Halaman Selanjutnya

"Dapat kabar malam ini... Trisno kritis di ICU... Mohon dimaafkan segala kesalahan bro Tris... Ya allah ringankan sakitnya Trisno dan sembuhkan ya Allah," kata Sandy. 

Halaman Selanjutnya

Read Entire Article
Sindikasi | Jateng | Apps |