Menhan Sjafrie Minta Penanganan Karhutla Tak Jalan Sendiri-sendiri, Ini yang Diperintahkan

3 days ago 11

Minggu, 23 Agustus 2026 - 16:30 WIB

Jakarta, VIVA – Menteri Pertahanan (Menhan) Sjafrie Sjamsoeddin meminta penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) dilakukan secara terpadu.

Ia menekankan pentingnya sinergi pemerintah, TNI, Polri, hingga pemerintah daerah agar penanganan kebakaran tidak berjalan sendiri-sendiri.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Pesan tersebut disampaikan Sjafrie saat meninjau lokasi karhutla di Riau pada Sabtu, 22 Agustus 2026. Ia meminta seluruh unsur yang terlibat memperkuat koordinasi, terutama di wilayah yang menjadi titik rawan kebakaran.

"Sinergi antara pemerintah pusat, pemerintah daerah, TNI, Polri serta seluruh unsur terkait harus terus diperkuat untuk mengendalikan titik-titik kebakaran, mencegah meluasnya dampak dan melindungi keselamatan masyarakat," kata Sjafrie dalam keterangan di akun Instagramnya, dikutip Minggu, 23 Agustus 2026.

Menurut Sjafrie, koordinasi yang kuat diperlukan agar proses pemadaman dapat dilakukan secara bertahap sekaligus menyeluruh. Setiap instansi juga diminta memiliki pembagian tugas dan peta penanganan yang jelas.

Dengan begitu, pengerahan personel maupun peralatan dapat dilakukan secara sistematis tanpa terjadi tumpang tindih di lapangan.

"Seluruh sumber daya yang tersedia harus dioptimalkan untuk menjaga keselamatan rakyat, kelestarian lingkungan serta keamanan wilayah," ujar Sjafrie.

Pemerintah sebelumnya menetapkan enam provinsi sebagai wilayah prioritas penanganan karhutla. Keenam wilayah tersebut yakni Riau, Jambi, Sumatera Selatan, Kalimantan Barat, Kalimantan Tengah, dan Kalimantan Selatan.

Menteri Koordinator Bidang Politik dan Keamanan Djamari Chaniago mengatakan wilayah tersebut menjadi perhatian karena memiliki kawasan gambut yang rentan terbakar saat musim kemarau.

"Dari daerah yang kita waspadai sebagai daerah yang paling kritis ada enam provinsi yakni Jambi, Sumatera Selatan, Kalimantan Barat, Kalimantan Tengah, Kalimantan Selatan, dan Riau," kata Djamari dalam konferensi pers di Jakarta, Senin, 10 Agustus 2026.

Kondisi kering pada musim kemarau ditambah pengaruh El Niño disebut meningkatkan risiko kebakaran di wilayah-wilayah tersebut.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Namun, karhutla juga terjadi di sejumlah kawasan lain, termasuk kawasan Gunung Bromo di Jawa Timur, Gunung Gede Pangrango di Jawa Barat, dan Gunung Rinjani di Nusa Tenggara Barat.

Untuk mempercepat penanganan, pemerintah mengerahkan kekuatan udara. Sekitar 43 helikopter disiapkan untuk mendukung pemadaman dari udara di sejumlah wilayah terdampak.

Halaman Selanjutnya

"Kita mengerahkan sekitar 43 helikopter sampai dengan hari ini, ditambah dengan fixed-wing juga bisa antara 10 sampai dengan 15 sesuai dengan kebutuhan," kata Djamari.

Halaman Selanjutnya

Read Entire Article
Sindikasi | Jateng | Apps |