Menko PMK Ungkap Jumlah Pemudik Berpotensi Bertambah hingga 155 Juta Orang

3 hours ago 1

Rabu, 11 Maret 2026 - 13:30 WIB

Jakarta, VIVA – Pemerintah memprediksi jumlah pemudik pada Lebaran 2026 akan bertambah mencapai 155 juta orang. Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK) Pratikno menjelaskan bahwa pemerintah akan menyiapkan antisipasi penumpukan pemudik di waktu bersamaan.

Antisipasi itu berupa sistem informasi terintegrasi disiapkan guna memandu masyarakat dalam memilih jadwal keberangkatan yang tepat.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Kepadatan Arus Mudik di Tol Jakarta-Cikampek Terus Berlanjut

“Jadi nanti akan ada sistem informasi yang juga akan membantu masyarakat untuk memilih mudik pada tanggal berapa. Seperti bagaimana tadi disampaikan Pak Menteri Koordinator (Menko) Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan, Agus Harimurti Yudhoyono (AHY), perkiraan surveinya itu adalah 143.915.000 orang,” ujar Pratikno dalam konferensi pers di Kantor KSP, Rabu, 11 Maret 2026.

Pratikno menambahkan bahwa berdasarkan pengalaman tahun-tahun sebelumnya, realisasi pergerakan masyarakat biasanya lebih tinggi sekitar 10 persen dari angka survei. Lonjakan hingga 155 juta pemudik ini menjadi tantangan berat bagi infrastruktur transportasi jika distribusi keberangkatan tidak dikelola dengan baik.

Arus Balik Natal Padat, Contraflow Diperpanjang hingga Karawang Barat

Photo :

  • Agung Prasetio/tvOne/Karawang

“Tetapi dari tahun ke tahun kenyataannya dalam praktiknya lebih tinggi dari survei. Jadi sekitar 10 persen lebih tinggi, artinya sudah menjadi 155-an juta manusia bergerak. Nah makanya kalau itu bergerak di waktu yang sama ini sangat berat,” ujar Pratikno.

Di sisi lain, pemerintah melakukan kolaborasi dengan lintas kementerian untuk memastikan kelancaran mudik Lebaran 2026. Salah satunya yaitu dengan Kementerian Perhubungan dan Polri untuk menerapkan berbagai kebijakan mulai dari pemberian insentif, diskon tarif, hingga skema buka-tutup jalur. 

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Langkah-langkah tersebut, kata dia, diharapkan mampu mendorong distribusi pemudik agar tidak terjadi kepadatan ekstrem pada satu titik waktu.

“Harapannya distribusi pemudik ini akan terjadi, tidak menumpuk di satu waktu tertentu,” ujar Pratikno.

Pertamina Patra Niaga menurunkan harga BBM pada saat Lebaran

Imbas Perang AS-Israel Iran, Pemerintah Pastikan Harga BBM Tak Naik

pemerintah melakukan koordinasi dan perhitungan matang terkait dampak perang yang melibatkan Amerika Serikat, Israel, dan Iran terhadap perekonomian nasional.

img_title

VIVA.co.id

10 Maret 2026

Read Entire Article
Sindikasi | Jateng | Apps |