Jakarta, VIVA – Menteri Pekerjaan Umum (PU) Dody Hanggodo mengungkapkan seluruh Sistem Penyediaan Air Minum (SPAM) rusak akibat gempa di Nusa Tenggara Timur (NTT).
Kerusakan infrastruktur tersebut menyebabkan masyarakat sulit mendapatkan air bersih.
ADVERTISEMENT
GULIR UNTUK LANJUT BACA
“Kalau air sih berat ya. Semua SPAM rusak, dan semua pengungsi mengeluh kekurangan air bersih,” ungkap Dody di Gedung DPR, Jakarta Pusat, Kamis 20 Agustus 2026.
Dia menjelaskan kerusakan infrastruktur paling parah berada di daerah Kabupaten Nagekeo. Jarak dari ibu kota provinsi ke daerah tersebut membutuhkan waktu sekitar 3 jam.
“Nagekeo itu hampir enggak ada toko yang buka, semuanya tutup gitu. Karena kotanya sendiri, ibu kotanya, Kota Mbay itu hampir semuanya kena gitu,” kata Dody.
“Jadi mereka kalau mau belanja pun harus lari ke Bajawa. Bajawa itu ibu kota Ngada, sekitar 3 jam lah dari Nagekeo. Jadi agak berat,” lanjutnya.
Melihat dari kondisi itu, pemerintah masih belum dapat melakukan pengeboran untuk air bersih. Terlebih, gempa susulan masih terjadi di NTT.
“Jadi kalau kemudian harus ngebor segala macam, mungkin sementara waktu belum,” kata Dody.
Dody menuturkan untuk sementara waktu pemerintah menyediakan beberapa tangki untuk penyediaan air bersih bagi pengungsi.
ADVERTISEMENT
GULIR UNTUK LANJUT BACA
“Sementara waktu kita pakai tangki-tangki air, kita masukin ke hidran-hidran utama, kita suplai gitu aja, sementara waktu ya. Nanti kemudian kita mikirin bagaimana sanitasi bisa terlayani,” jelas dia.
tvOnenews/Syifa Aulia
Pemprov DKI Jakarta Kirim Bantuan Lagi Buat Korban Gempa NTT Senilai Rp5,8 M
Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta mengirimkan bantuan senilai Rp5,8 miliar untuk masyarakat yang terdampak gempa di Nusa Tenggara Timur (NTT).
VIVA.co.id
20 Agustus 2026

6 days ago
17
















:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/9310865/original/081850900_1785378315-cropped-2d7f636b-2380-40cc-a881-ea61c56069f5.jpg)

