Jakarta, VIVA – Pejabat Gubernur Sementara (PGS) Bank Indonesia (BI) Destry Damayanti menyoroti pertumbuhan kredit UMKM yang masih rendah. Karenanya dia meminta perbankan untuk meningkatkan penyaluran kredit kepada segmen tersebut.
Adapun per Juni 2026, kredit UMKM tercatat sebesar 1,05 persen (year on year/yoy), naik dibanding bulan sebelumnya yang sebesar 0,60 persen (yoy), berdasarkan data Otoritas Jasa Keuangan (OJK). Secara keseluruhan, kredit perbankan pada Juli 2026 tumbuh 13,58 persen (yoy), meningkat dari pertumbuhan pada Juni 2026 sebesar 12,6 persen (yoy).
ADVERTISEMENT
GULIR UNTUK LANJUT BACA
“Jadi, UMKM itu baru tumbuhnya 1,62 persen. Ini benar-benar menjadi PR bagi kita,” kata Destry dalam pembukaan acara Karya Kreatif Indonesia (KKI) 2026 di Jakarta, Kamis, 20 Agustus 2026.
Pada kesempatan tersebut, Destry juga menyoroti peran strategis UMKM sebagai pilar ekonomi bangsa yang tercermin dari jumlah pelaku yang mencapai 64 juta, menyerap 97 persen tenaga kerja, dan berkontribusi lebih dari 60 persen terhadap produk domestik bruto (PDB) nasional.
“Namun, memang kita harus mengakui ada suatu fakta bahwa kredit UMKM saat ini memang menjadi PR kita semua,” kata dia.
Destry menegaskan bahwa Bank Indonesia akan terus mempererat sinergi bersama berbagai pihak agar UMKM bisa naik kelas sekaligus terus menyerap lapangan pekerjaan secara optimal.
Ia menambahkan, peranan strategis UMKM juga semakin menegaskan mandat Bank Indonesia untuk memperkuat kedaulatan ekonomi Indonesia dan mendorong pertumbuhan yang inklusif dan berkeadilan.
Sebagaimana amanat Undang-Undang Nomor 4 Tahun 2026 tentang Pengembangan dan Penguatan Sektor Keuangan (UU P2SK), maka bauran kebijakan Bank Indonesia dilakukan untuk menciptakan lingkungan ekonomi yang kondusif bagi pertumbuhan sektor riil dan penciptaan lapangan pekerjaan.
ADVERTISEMENT
GULIR UNTUK LANJUT BACA
“Bank Indonesia akan terus berkomitmen mengembangkan UMKM melalui kerangka kebijakan yang didukung oleh tiga strategi utama yang diimplementasikan kepada seluruh 46 kantor perwakilan Bank Indonesia di dalam negeri dan 5 kantor perwakilan Bank Indonesia yang ada di luar negeri,” kata Destry.
Ia menjelaskan ketiga strategi utama tersebut mencakup ekonomi inklusif yang terintegrasi dan berdaya saing, pembiayaan inklusif dan keuangan berkelanjutan, serta literasi dan sinergi ekonomi-keuangan inklusif dan berkelanjutan yang meluas.
Halaman Selanjutnya
Strategi tersebut diwujudkan melalui penguatan kapasitas dan skala usaha, perluasan akses pasar dan pembiayaan, serta akselerasi digitalisasi.

6 days ago
1
















:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/9310865/original/081850900_1785378315-cropped-2d7f636b-2380-40cc-a881-ea61c56069f5.jpg)

