Jakarta, VIVA – Kehadiran merek mobil China di Indonesia terus berkembang dalam beberapa tahun terakhir. Jika sebelumnya pasar didominasi sejumlah pemain lama, kini pabrikan asal China semakin mengambil porsi dalam penjualan mobil nasional.
Berdasarkan data retail sales terbaru Gaikindo yang dilihat VIVA Otomotif Senin 17 Agustus 2026, merek-merek China mencatat penjualan gabungan 51.255 unit sepanjang 2024. Angka tersebut setara sekitar 5,8 persen dari total penjualan mobil nasional yang mencapai 889.680 unit pada tahun tersebut.
ADVERTISEMENT
GULIR UNTUK LANJUT BACA
Saat itu, Wuling masih menjadi penyumbang terbesar dengan 25.067 unit, disusul BYD 13.964 unit dan Chery 8.626 unit. Sejumlah merek lain seperti DFSK, Aion, GWM, Neta, BAIC, dan Seres juga sudah masuk dalam perhitungan pasar mobil China di Indonesia.
Memasuki 2025, jumlah penjualan gabungan tersebut meningkat cukup tajam. Berdasarkan data retail sales Gaikindo yang dihimpun dari 15 merek China, totalnya mencapai 108.744 unit atau sekitar 13 persen dari total pasar nasional sebanyak 833.692 unit.
Perubahan komposisi juga mulai terlihat pada periode tersebut. BYD mencatat 44.342 unit, sementara Wuling 20.607 unit, Chery 19.485 unit, Denza 7.324 unit, dan Aion 6.940 unit sepanjang 2025.
Pertumbuhan tersebut berlanjut pada 2026. Berdasarkan data terbaru Gaikindo hingga Juli, penjualan retail gabungan merek China mencapai sekitar 88.942 unit dari total pasar 511.514 unit atau sekitar 17,4 persen.
Artinya, dalam kurun sekitar satu setengah tahun, porsi merek China di pasar mobil nasional meningkat dari sekitar 5,8 persen pada 2024 menjadi 13 persen pada 2025, kemudian mendekati seperlima pasar pada Januari-Juli 2026. Perhitungan tersebut menggunakan merek-merek yang dikategorikan sebagai brand China dalam data pembanding dan tidak memasukkan MG yang memiliki sejarah merek Inggris meski berada di bawah kepemilikan SAIC Motor China.
ADVERTISEMENT
GULIR UNTUK LANJUT BACA
Pergerakan tersebut juga terjadi ketika pasar mobil nasional secara keseluruhan belum kembali ke level 2024. Penjualan retail Januari-Juli 2026 mencapai 511.514 unit, naik 12,3 persen dibandingkan 455.667 unit pada periode yang sama 2025.
Dari sisi jumlah pemain, persaingan juga semakin ramai. Selain merek yang sudah lebih dulu dikenal seperti Wuling, Chery, dan BYD, pasar kini diisi Denza, Jaecoo, Geely, Xpeng, Jetour, GWM, serta sejumlah merek lainnya yang mulai mencatat penjualan di Indonesia.
Halaman Selanjutnya
Kenaikan pangsa tersebut menunjukkan bahwa mobil China tidak lagi hanya menjadi pelengkap di pasar otomotif Indonesia. Dalam waktu relatif singkat, kontribusinya telah meningkat beberapa kali lipat dan membuat persaingan antar-merek di pasar mobil nasional semakin beragam.

1 week ago
11
















:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/9310865/original/081850900_1785378315-cropped-2d7f636b-2380-40cc-a881-ea61c56069f5.jpg)

