Mossad: Recep Tayyip Erdogan Menerapkan 'Gaya Menari' ke Israel

3 days ago 7

Minggu, 23 Agustus 2026 - 09:13 WIB

VIVA – Mantan Kepala Divisi Kontraterorisme Mossad, Oded Eilam, menilai konfrontasi militer langsung antara Israel dan Türkiye sangat kecil kemungkinan terjadi. Meski demikian, ia menggarisbawahi adanya strategi jangka panjang Presiden Türkiye, Recep Tayyip Erdogan, untuk memperluas pengaruh di kawasan.

Ia menegaskan kedua negara tidak memiliki kepentingannya untuk terlibat bentrok militer saat ini. Perang terbuka disebut akan merusak rencana jangka panjang Erdogan.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

"Dia tidak sekadar bernostalgia dengan era Utsmaniyah tapi memiliki rencana aksi yang terstruktur dan berjangka panjang untuk memperluas pengaruh secara bertahap di Libya, Somalia, Afrika, hingga Gaza," ujar Oded Eilam, seperti dikutip dari Jpost.

Menurutnya, Recep Tayyip Erdogan tidak akan mempertaruhkan rencana tersebut dengan berkonflik langsung melawan Israel—salah satu kekuatan militer terbesar di kawasan. Oleh karena itu, potensi perang terbuka dinilai hampir nol.

Eilam menyinggung aksi militer Israel di Suriah yang berhasil memperjelas garis batas bagi Turkiye. Ia menilai langkah Israel sudah tepat untuk mencegah potensi gangguan terhadap operasi Angkatan Udara Israel, termasuk jalur penerbangan menuju Iran.

"Saya melihat dia tidak berniat memicu perang. Gayanya seperti menari—dua langkah maju, satu langkah mundur. Ia tetap memperhitungkan kekuatan Israel," tuturnya.

Meski begitu, ia mengingatkan bahwa Türkiye terus memperkuat militernya, terutama kekuatan angkatan laut di Laut Tengah yang dinilai mulai menjadi ancaman bagi wilayah Eropa.

Selain kekuatan militer, Oded Eilam menyebut kendali atas arus pengungsi sebagai posisi tawar utama Recep Tayyip Erdogan terhadap Eropa. Türkiye menerima dana sekitar US$200 juta – US$250 juta (Rp3,5 triliun hingga Rp4,4 triliun) per tahun untuk menahan arus pengungsi agar tidak membanjiri benua tersebut.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Bukan itu saja. Eilam juga melontarkan kritik terhadap Duta Besar AS untuk Türkiye, Tom Barrack. Ia memperingatkan agar Israel tidak mengabaikan pernyataan-pernyataan provokatif dari pihak yang mewakili Erdogan di Washington.

“Kita perlu mewaspadai semua retorika provokatif dari perwakilan Erdogan di Washington. Namanya Tom Barrack. Pernyataannya mengenai keberadaan pesawat-pesawat Türkiye di udara terdengar berlebihan dan seolah-olah menggambarkan situasi seperti dalam sebuah film Hollywood,” ujarnya, seraya mengingatkan.

Perwakilan Israel, Basim Sheikh Suliman (kiri), Gianni Infantino (tengah), Perwakilan Palestina, Jibril Rajoub (kanan)

Ide Kontroversial Gianni Infantino, Gelar Pertandingan Israel Vs Palestina di Pembukaan Piala Dunia

Gianni Infantino sempat menggagas pertandingan Israel Vs Palestina sebagai laga pembuka turnamen Piala Dunia U-15. Namun, rencana tersebut akhirnya dihentikan.

img_title

VIVA.co.id

23 Agustus 2026

Read Entire Article
Sindikasi | Jateng | Apps |