Jakarta, VIVA - Presiden Vladimir Putin menegaskan jika Rusia akan menarik diri dari pasar gas alam Uni Eropa dan mengalihkan pasokannya ke kawasan atau negara lain tanpa menunggu larangan impor dari Brussels, Belgia (ibu kota Uni Eropa) berlaku.
Ia menyampaikan pernyataan tersebut usai menjamu Menteri Luar Negeri Hungaria Peter Szijjarto di Kremlin, Moskow. “Tidak ada motif politik di sini. Tapi belum menjadi keputusan, itu hanya pemikiran saya saja," ungkap Putin, seperti dikutip dari situs Russia Today, Jumat, 6 Maret 2026.
ADVERTISEMENT
GULIR UNTUK LANJUT BACA
Vladimir Putin menyarankan agar Moskow dapat mengalihkan pasokan ke "pasar negara-negara berkembang", mengingat rencana Uni Eropa yang berulang kali menyatakan untuk menghentikan seluruh sumber daya energi Rusia sepenuhnya.
"Krisis energi di Uni Eropa adalah akibat dari "kebijakan yang keliru" yang dijalankan oleh otoritas blok tersebut selama "bertahun-tahun," tegas Putin. Presiden juga mencatat bahwa Rusia "selalu dan tetap menjadi pemasok energi yang andal" bagi semua mitra, termasuk Uni Eropa.
Ia lalu mencontohkan bersama negara Eropa Timur, Slovakia, dan Hungaria. "Kami memasok mereka dengan sumber daya energi, baik minyak Bumi maupun gas alam, dan kami bermaksud untuk terus melakukannya di masa depan,” jelasnya.
Setelah pertemuannya dengan Vladimir Putin, Szijjarto mengungkapkan bahwa Budapest telah mendapatkan jaminan pasokan minyak Bumi dan gas alam dari Moskow. Rusia dan Hungaria juga sudah sepakat untuk bekerja sama dalam diversifikasi jalur pasokan sumber daya energi.
“Kami sudah sepakat bahwa jika jalur transportasi menjadi tidak tersedia karena berbagai alasan. Kami akan selalu mencari solusi alternatif. Misalnya, jika transportasi minyak Bumi melalui pipa terus menghadapi kesulitan, kami akan mempertimbangkan opsi transportasi maritim,” kata Peter Szijjarto.
ADVERTISEMENT
GULIR UNTUK LANJUT BACA
Hungaria, serta Slovakia, baru-baru ini mengalami gangguan pasokan minyak mentah Rusia setelah Ukraina menutup jalur pipa minyak Druzhba pada akhir Januari 2026. Kiev mengklaim jalur pipa tersebut rusak akibat serangan jarak jauh Rusia, yang dibantah Moskow.
Budapest dan Bratislava menuduh Kiev melakukan "pemerasan," dengan menyatakan bahwa Kiev sengaja menghentikan pasokan karena alasan politik dan mengancam akan melakukan pembalasan.
Halaman Selanjutnya
Slovakia mengakhiri skema pasokan listrik daruratnya untuk Ukraina, sementara Hungaria memveto usulan pinjaman Uni Eropa sebesar US$106 miliar (Rp1.796 triliun) untuk Kiev serta paket sanksi anti-Rusia terbaru.

4 days ago
5










:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5479806/original/021929400_1768990958-makanan_beku_sehat.jpg)



:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/3429214/original/050982400_1618458325-dan-dealmeida-4aM_QE-HRLw-unsplash.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5500390/original/054028400_1770863825-IMG01145.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5124902/original/069816200_1738908499-glass-water-ai-generated.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5523066/original/035189100_1772787502-andi_campak.jpeg)

