London, VIVA – Waktu pengisian baterai menjadi salah satu pertimbangan ketika seseorang ingin beralih ke mobil listrik. Jika sebelumnya pengisian cepat masih membutuhkan waktu puluhan menit, teknologi pengisian terbaru mulai memangkas durasinya hingga hanya beberapa menit.
Perkembangan ini terlihat dari munculnya teknologi ultra-fast charging yang mampu mengalirkan daya dalam jumlah sangat besar ke baterai kendaraan. Dengan teknologi tersebut, waktu yang dibutuhkan untuk mengisi baterai mulai mendekati durasi pengemudi berhenti sejenak untuk minum kopi.
ADVERTISEMENT
GULIR UNTUK LANJUT BACA
Disadur VIVA Otomotif dari Carscoops, Senin 17 Agustus 2026, salah satu contohnya dikembangkan BYD melalui Flash Charging. Teknologi ini diklaim mampu mencapai daya puncak hingga 1.500 kW ketika hanya satu konektor digunakan, sedangkan ketika dua kendaraan melakukan pengisian bersamaan, masing-masing konektor dapat menyalurkan daya hingga 1.000 kW.
Dengan kemampuan tersebut, baterai kendaraan yang kompatibel diklaim dapat terisi dari 10 persen hingga 70 persen hanya dalam lima menit. Pengisian dari 10 persen hingga 97 persen disebut membutuhkan waktu sekitar sembilan menit.
Kemampuan tersebut menunjukkan bahwa perkembangan teknologi pengisian tidak hanya bergantung pada besarnya daya dari jaringan listrik. Sistem penyimpanan energi di stasiun pengisian juga menjadi bagian penting untuk menyediakan daya besar dalam waktu singkat ketika kendaraan mulai mengisi baterai.
Pada sistem Flash Charging, misalnya, setiap stasiun menggunakan dua baterai penyimpanan dengan kapasitas masing-masing 185 kWh. Baterai tersebut mendapatkan pasokan dari jaringan listrik dengan kecepatan hingga 560 kW sebelum energinya dialirkan ke kendaraan.
Teknologi pengisian cepat dengan daya besar juga mulai menjadi persaingan tersendiri di industri mobil listrik. Sebagai pembanding, jaringan Supercharger Tesla di Inggris saat ini memiliki pengisi daya V2 dengan kapasitas 150 kW, sementara perangkat V3 dan V4 dapat mencapai 250 kW.
ADVERTISEMENT
GULIR UNTUK LANJUT BACA
Dengan pengisi daya 250 kW, Tesla Model 3 membutuhkan sekitar 25-30 menit untuk meningkatkan kapasitas baterai dari 10 persen menjadi 80 persen. Sementara itu, teknologi pengisian generasi berikutnya dikabarkan dapat mencapai 500 kW, meski kemampuan tersebut tetap bergantung pada kapasitas penerimaan daya dari kendaraan.
Namun, angka daya yang besar tidak otomatis berarti semua mobil listrik bisa mengisi baterai dengan kecepatan yang sama. Kemampuan baterai, sistem pendinginan, arsitektur kelistrikan kendaraan, serta batas daya yang dapat diterima mobil turut menentukan seberapa cepat proses pengisian berlangsung.
Halaman Selanjutnya
Karena itu, kehadiran teknologi ultra-fast charging lebih tepat dilihat sebagai perkembangan ekosistem secara keseluruhan. Infrastruktur pengisian harus berkembang bersamaan dengan teknologi baterai dan sistem kelistrikan kendaraan agar kemampuan tersebut benar-benar bisa dimanfaatkan pengguna.

6 days ago
9
















:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/9310865/original/081850900_1785378315-cropped-2d7f636b-2380-40cc-a881-ea61c56069f5.jpg)

