Nomor Pribadi Bocor, Korban Dugaan Pelecehan Mohan Hazian Ngaku Dihubungi Pihak Keluarga Usai Kasus Viral

3 weeks ago 7

Kamis, 12 Februari 2026 - 06:00 WIB

Jakarta, VIVA – Perkembangan terbaru muncul dalam kasus dugaan pelecehan seksual yang menyeret nama pendiri brand fashion Thanksinsomnia, Mohan Hazian. Salah satu perempuan yang mengaku sebagai korban, pemilik akun X @aarummanis, mengungkap pengalaman baru yang dialaminya setelah kasus ini ramai diperbincangkan.

Lewat serangkaian unggahan di media sosial, ia mengaku dihubungi oleh nomor tak dikenal melalui WhatsApp. Pengirim pesan tersebut disebut-sebut mengatasnamakan diri sebagai perwakilan dari pihak Mohan Hazian dan meminta untuk bertemu secara langsung. Scroll untuk tahu lebih lanjut, yuk!

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Korban mengaku terkejut, sekaligus curiga, karena merasa tidak pernah memberikan nomor pribadinya secara sembarangan. Ia pun mempertanyakan bagaimana pihak tersebut bisa mendapatkan akses ke kontak pribadinya.

"Saya hanya pernah membagikan nomor saya kepada Talent Scouter brand dengan inisial S," ungkap korban, dikutip Kamis 12 Februari 2026. 

Kecurigaan itu semakin menguat ketika ia mencoba meminta kejelasan identitas dari pengirim pesan. Namun, pertanyaan yang diajukan tidak mendapatkan respons memadai.

"Saat saya tanya dengan siapa, dari lembaga mana, dan mengetahui nomor saya dari mana, nomor tersebut tidak menjawab. Kemudian nomor tersebut bilang bahwa mereka adalah perwakilan dari keluarga pelaku," lanjutnya.

Pihak yang mengaku sebagai keluarga pelaku tersebut disebut mendesak agar bisa bertemu secara langsung. Alasannya, mereka ingin mendengar versi kejadian dari korban. Namun, permintaan itu langsung ditolak.

Bagi korban, ajakan tersebut dinilai tidak memiliki urgensi, terlebih di tengah kondisi psikologis yang masih terdampak atas dugaan peristiwa yang dialaminya.

"Saya tidak punya urgensi untuk bertemu dengan 'perwakilan keluarga' pelaku. Saya tidak merespons dan saat ini sedang memproses pendampingan hukum," tegasnya.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Langkah hukum ini menjadi sinyal bahwa korban memilih jalur formal dalam menyelesaikan perkara. Ia juga sebelumnya menyinggung belum adanya komunikasi resmi ataupun permintaan maaf dari pihak terduga pelaku maupun brand terkait.

"Sampai saat ini, tidak ada itikad baik dari pelaku maupun brand untuk menghubungi saya ataupun korban lain. Tidak ada permintaan maaf yang saya ataupun korban lain terima," kata @aarummanis.

Halaman Selanjutnya

Di akhir pernyataannya, korban berharap peristiwa yang ia alami dapat menjadi momentum evaluasi bagi industri kreatif dan ruang-ruang profesional lainnya agar lebih aman dan berpihak pada korban. Ia menegaskan pentingnya menciptakan lingkungan yang tidak memberi ruang bagi pelaku kekerasan seksual untuk berlindung di balik relasi kuasa maupun jejaring sosial.

Halaman Selanjutnya

Read Entire Article
Sindikasi | Jateng | Apps |