OpenAI Dituding Kerahkan 10 Ribu Agen demi IPO

3 days ago 2

Kamis, 10 September 2026 - 15:40 WIB

VIVA - Dunia teknologi kembali dihebohkan oleh OpenAI. Kali ini, mereka mengklaim sistem kecerdasan buatannya (AI) berhasil memecahkan Navier-Stokes—salah satu masalah matematika tersulit di dunia yang masuk dalam daftar Hadiah Milenium.

Masalah ini membahas bagaimana cairan dan gas bergerak, dengan hadiah senilai US$1 juta (Rp17,5 miliar) bagi siapa saja yang berhasil menemukan jawabannya.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

OpenAI mengarahkan 10.000 agen AI untuk bekerja nonstop selama 88 jam. Setelah bertukar jutaan pesan dan memproses 130 miliar token, AI tersebut diklaim mampu menghasilkan pembuktian yang tervalidasi komputer.

OpenAI menyebut pencapaian ini sebagai bukti betapa pesatnya kemajuan teknologi mereka, walau mengaku tak berniat mengambil hadiah uangnya.

Namun, alih-alih panen pujian penuh, klaim ini justru memicu gelombang kritik dari para matematikawan dan pengamat teknologi, seperti dikutip dari Russia Today, Kamis, 10 September 2026.

Banyak pihak meragukan validitas terobosan tersebut dan menilai OpenAI terlalu membesar-besarkan hasil demi mendongkrak valuasi perusahaan menjelang rencana penawaran umum saham perdana (IPO).

Matematikawan dari Universitas New York, Tristan Buckmaster, menuding OpenAI sengaja membakar sumber daya besar setelah mendengar rumors bahwa dirinya dan peneliti Anthropic sedang menggarap pendekatan serupa.

Di sisi lain, pakar matematika Diego Cordoba mengingatkan agar publik tidak terburu-buru percaya sebelum bukti tersebut diuji secara independen oleh pihak luar.

Kritik pedas juga datang dari komentator teknologi ternama, Mehdi. Ia menilai OpenAI tidak menunjukkan kecerdasan atau penalaran mesin yang sejati, melainkan hanya mengandalkan komputasi daya berat (brute-force).

"AI tersebut dianggap sekadar mengacak-acak riset yang sudah pernah dieksplorasi oleh manusia demi menciptakan kesan "keajaiban ilmiah" secara buatan," tegas dia. Menanggapi hal itu, OpenAI mengakui bahwa proyek ini berawal dari kabar kemajuan riset pihak luar.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Namun, mereka membantah telah mengintip karya yang belum dipublikasikan, meski tak menampik kemungkinan bahwa data anonim dari para matematikawan pengguna layanan mereka turut melatih model AI tersebut.

Kini, dunia menunggu pembuktian independen untuk memastikan apakah ini benar terobosan sejarah atau sekadar strategi pemasaran belaka.

Ilustrasi kegiatan manusia diawasi kecerdasan buatan (AI).

AI Bisa Melenyapkan Manusia pada 2036

Bayangkan sebuah teknologi yang kita ciptakan sendiri justru berbalik memusnahkan manusia dalam 10 tahun ke depan. Itulah pandangan para peneliti terhadap AI.

img_title

VIVA.co.id

10 September 2026

Read Entire Article
Sindikasi | Jateng | Apps |