Opsi Pembiayaan Geser ke Platform Digital, OJK: Utang Pinjol Masyarakat Capai Rp 105 Triliun Per Juni 2026

9 hours ago 1

Selasa, 4 Agustus 2026 - 19:31 WIB

Jakarta, VIVA – Anggota Dewan Komisioner Otoritas Jasa Keuangan (OJK), Agusman melaporkan, outstanding pembiayaan industri pinjaman daring/online (pindar/pinjol) per Juni 2026 tumbuh 25,88 persen secara year-on-year (yoy), mencapai Rp 105,14 triliun.

Agusman yang juga Kepala Eksekutif Pengawas Lembaga Pembiayaan, Perusahaan Modal Ventura, Lembaga Keuangan Mikro, dan Lembaga Jasa Keuangan Lainnya (PVML) itu menyebut, pertumbuhan ini merupakan yang tertinggi dibandingkan jasa keuangan lain di bawah pengawasannya.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

"Pada industri pindar, outstanding pembiayaan tumbuh 25,88 persen dengan nilai mencapai Rp 105,14 triliun," kata Agusman dalam telekonferensi pers RDKB OJK, Selasa, 4 Agustus 2026.

Kepala Eksekutif Pengawas Lembaga Pembiayaan, Perusahaan Modal Ventura, Lembaga Keuangan Mikro dan Lembaga Jasa Keuangan Lainnya (PVML) OJK, Agusman

Photo :

  • VIVA.co.id/Anisa Aulia

"Pertumbuhan outstanding di industri pindar sebesar 25,88 persen itu jauh lebih tinggi dibandingkan sektor-sektor lain di bawah pengawasan PVML," ujarnya.

Agusman mencontohkan, outstanding di industri pindar itu masih lebih tinggi dibandingkan dengan piutang perusahaan pembiayaan (multifinance), yang hanya tumbuh 1,88 persen (yoy) menjadi sebesar Rp 511,26 triliun.

"Dengan didukung peningkatan modal kerja (dari industri pembiayaan multifinance) sebesar 6,36 persen (yoy)," kata Agusman.

Sehingga, meskipun angka outstanding pindar masih di bawah piutang perusahaan pembiayaan yang mencapai Rp 511,26 triliun, namun cepatnya laju ekspansi pindar di antara seluruh lini industri PVML menunjukkan adanya tren pergeseran preferensi pembiayaan masyarakat ke platform digital.

Meski demikian, pada periode yang sama, Agusman memastikan bahwa tingkat wanprestasi di atas 90 hari (TWP90) industri pindar masih berada di posisi 4,26 persen, dengan kualitas pembiayaan industri yang tetap terawasi.

Di sisi lain, Agusman justru melaporkan bahwa pembiayaan modal ventura pada Juni 2026 mengalami penurunan 0,44 persen (yoy), dengan nilai pembiayaan sebesar Rp 16,48 triliun.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Sementara di industri pegadaian, pertumbuhan signifikan juga tercatat dengan naiknya penyaluran pembiayaan sebesar 54,47 persen (yoy), menjadi Rp 162 triliun.

"Dengan 84 persen dari total pembiayaan tersebut tercatat disalurkan ke produk gadai," ujarnya.

Ketua Dewan Komisioner OJK, Friderica Widyasari Dewi

OJK Bentuk Satgas Bursa Mineral dan Komoditas Strategis, Siapkan Aturan hingga Pengawasan Mulai 2027

OJK segera membentuk Satgas Bursa Mineral dan Komoditas Strategis untuk menyiapkan regulasi, pengawasan, dan infrastruktur jelang operasional pada 2027.

img_title

VIVA.co.id

4 Agustus 2026

Read Entire Article
Sindikasi | Jateng | Apps |