Jakarta, VIVA – Pasar mobil Indonesia sedang menunjukkan tren positif sepanjang tujuh bulan pertama 2026. Namun, kenaikan penjualan nasional ternyata tidak dirasakan oleh semua merek, karena Honda justru mengalami penurunan cukup dalam.
Berdasarkan data terbaru Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia atau Gaikindo yang dilihat VIVA Otomotif Kamis 20 Agustus 2026, total penjualan mobil dari pabrik ke diler alias wholesales Januari-Juli 2026 mencapai 517.742 unit. Angka tersebut naik 18,3 persen dibanding periode yang sama tahun lalu yang tercatat 437.544 unit.
ADVERTISEMENT
GULIR UNTUK LANJUT BACA
Penjualan langsung dari diler ke konsumen atau retail sales juga mengalami kenaikan. Totalnya mencapai 511.514 unit, tumbuh 12,3 persen dibanding Januari-Juli 2025 yang sebanyak 455.667 unit.
Di tengah pasar yang tumbuh dua digit itu, penjualan Honda justru bergerak ke arah sebaliknya. Dari sisi retail sales, Honda hanya membukukan 27.554 unit sepanjang Januari-Juli 2026.
Jumlah tersebut turun 16.642 unit atau 37,7 persen dibanding periode yang sama tahun lalu, ketika Honda masih mampu menjual 44.196 unit. Pangsa pasar Honda pun menyusut dari 9,7 persen menjadi 5,4 persen.
Penurunan juga terlihat pada distribusi mobil dari pabrik ke jaringan diler. Wholesales Honda sepanjang tujuh bulan pertama 2026 hanya mencapai 23.260 unit, atau merosot 38,7 persen dibanding 37.916 unit pada periode yang sama tahun sebelumnya.
Kondisi tersebut membuat Honda kehilangan cukup banyak volume penjualan di saat pasar nasional justru bertambah lebih dari 80 ribu unit secara tahunan. Pada Juli 2026 saja, pasar wholesales nasional mencapai 81.115 unit, naik 33,3 persen dibanding Juli 2025.
Tekanan terhadap Honda bahkan tidak hanya terjadi di sisi penjualan. Produksi mobil Honda di Indonesia juga turun dari 35.023 unit pada Januari-Juli 2025 menjadi 22.264 unit pada periode yang sama tahun ini.
Artinya, produksi Honda berkurang 12.759 unit atau 36,4 persen secara tahunan. Pangsa produksinya di industri otomotif nasional juga turun dari 5,3 persen menjadi 3,1 persen.
ADVERTISEMENT
GULIR UNTUK LANJUT BACA
Data tersebut memperlihatkan penurunan Honda terjadi di beberapa level sekaligus, mulai dari aktivitas produksi, distribusi ke diler, hingga penjualan kepada konsumen. Sementara itu, sejumlah pesaing justru mencatat pertumbuhan pada periode yang sama.
Suzuki, misalnya, mencatatkan kenaikan retail sales 27,5 persen menjadi 42.436 unit. Mitsubishi Motors juga tumbuh 8,2 persen menjadi 40.331 unit, sementara BYD melonjak 72 persen dengan penjualan ritel 28.428 unit.
Halaman Selanjutnya
Meski begitu, Honda masih berada di posisi keenam dalam daftar merek mobil dengan penjualan ritel terbanyak di Indonesia sepanjang Januari-Juli 2026. Posisi tersebut berada di bawah Toyota, Daihatsu, Suzuki, Mitsubishi Motors, dan BYD.

6 days ago
12
















:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/9310865/original/081850900_1785378315-cropped-2d7f636b-2380-40cc-a881-ea61c56069f5.jpg)

