Pasokan 10 Ton Beras Per Hari di Pelabuhan dan Bandara Kupang Siap Didistribusikan Bulog ke Korban Gempa NTT

1 week ago 20

Selasa, 18 Agustus 2026 - 09:52 WIB

Jakarta, VIVA – Direktur Utama Perum Bulog Ahmad Rizal Ramdhani mengungkapkan bahwa pihaknya menyiapkan strategi berlapis untuk memastikan distribusi logistik melalui jalur darat, laut, dan udara lancar agar bantuan pangan cepat menjangkau wilayah terdampak gempa di Nusa Tenggara Timur (NTT).

Rizal mengatakan distribusi bantuan diprioritaskan menggunakan sepeda motor menuju lokasi yang masih dapat dilalui ketika kendaraan roda empat tidak mampu menjangkau daerah akibat kerusakan akses jalan pascagempa.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

"Strategi kami, karena memang di sana banyak jalan longsor, jadi kami lebih menggunakan prioritas untuk yang pertama kendaraan sepeda motor. Untuk kendaraan roda empat enggak bisa masuk, kami gunakan sepeda motor," kata Rizal dikonfirmasi di Jakarta, Selasa, 18 Agustus 2026.

Apabila jalur darat tidak memungkinkan dilalui, Bulog akan memanfaatkan dukungan transportasi udara maupun laut melalui koordinasi bersama Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) untuk mempercepat penyaluran bantuan.

"Kalau sepeda motor enggak masuk, kami akan koordinasi dengan BNPB yang memiliki armada angkutan udara maupun angkutan laut. Nah, tadi malam kami sudah koordinasi dengan Kepala BNPB (Letjen TNI Suharyanto)," ujar dia.

Bulog telah menempatkan cadangan beras masing-masing 10 ton di bandara dan pelabuhan sebagai langkah antisipasi agar distribusi dapat dilakukan segera ketika kebutuhan mendesak muncul sewaktu-waktu.

Rizal menegaskan penempatan logistik di simpul transportasi dilakukan guna mempercepat proses pengiriman karena bantuan tidak lagi harus menunggu pengambilan dari gudang penyimpanan ketika kondisi darurat.

Ia mengaku strategi tersebut dilakukan karena pengalaman Bulog saat menangani berbagai bencana sebelumnya seperti di wilayah banjir dan tanah longsor di Pulau Sumatera, sehingga pola distribusi logistik kini semakin fleksibel menyesuaikan kondisi lapangan yang terus berubah setiap waktu.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

"Ini pengalaman, kami kemarin di Aceh, di Sumatera Utara, dan Sumatera Barat itu lebih fleksibel kalau berasnya ditempatkan di bandara dan di pelabuhan sehingga begitu ada pergerakan, informasi cepat bisa didorong, tidak menunggu lagi harus mengambil di gudang," ujar dia.

"Jadi sekarang Pimpinan Wilayah Bulog di NTT sudah mendorong berasnya setiap hari 10 ton standby di bandara dan di pelabuhan khususnya yang ada di Kupang," katanya menambahkan. 

Halaman Selanjutnya

Koordinasi dengan BNPB dilakukan secara intensif agar armada udara maupun laut dapat segera dimanfaatkan ketika akses darat menuju lokasi pengungsian mengalami hambatan akibat kerusakan infrastruktur.

Halaman Selanjutnya

Read Entire Article
Sindikasi | Jateng | Apps |