Pejabat Tinggi FIFA Dipecat Usai Bongkar Rencana Kontroversial Gianni Infantino

1 week ago 21

Selasa, 18 Agustus 2026 - 09:54 WIB

VIVA – FIFA kembali diguncang masalah internal. Chief Operating Officer (COO) FIFA, Kevin Lamour, resmi kehilangan jabatannya hanya beberapa pekan setelah mengungkap adanya dugaan persoalan serius di balik rencana kontroversial Gianni Infantino.

Lamour diberhentikan pada Senin 17 Agustus 2026 waktu setempat. Pemecatan tersebut terjadi di tengah polemik mengenai rencana Infantino melibatkan investor swasta dalam pengelolaan Piala Dunia dan sejumlah turnamen FIFA lainnya.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Rencana tersebut sebelumnya mendapat penolakan dari tiga konfederasi sepak bola dunia. UEFA bahkan sempat mengancam akan memboikot seluruh kompetisi FIFA jika proyek tersebut tetap dilanjutkan.

Di tengah memanasnya polemik, Lamour sempat berbicara kepada Associated Press. Ia mengklaim bahwa jajaran administrasi FIFA telah "dikelabui" terkait rencana yang digagas Infantino tersebut.

Kini, beberapa pekan setelah pernyataan itu muncul, Lamour justru harus meninggalkan posisinya.

"FIFA dapat mengonfirmasi bahwa hubungan kerja antara FIFA dan Kevin Lamour sebagai Chief Operating Officer FIFA telah berakhir pada 17 Agustus 2026," kata juru bicara FIFA.

"FIFA berterima kasih kepada Kevin atas dua tahun pengabdiannya dan mendoakan yang terbaik untuk masa depannya. Tidak ada komentar lebih lanjut mengenai masalah ini," sambung pernyataan tersebut.

Infantino Makin Tertekan

Kepergian Lamour datang ketika posisi Gianni Infantino sebagai Presiden FIFA juga sedang berada dalam tekanan.

Tiga presiden konfederasi sebelumnya melontarkan tudingan keras kepada Infantino melalui surat terbuka yang dipublikasikan pekan lalu. Mereka menuding Infantino melakukan "penipuan" dalam polemik tersebut.

Tekanan terhadap Infantino juga semakin besar setelah Asosiasi Sepak Bola Skotlandia (Scottish FA) menyatakan tidak akan memberikan suara untuk mendukungnya.

CEO Scottish FA, Ian Maxwell, menegaskan sikap tersebut sejalan dengan posisi UEFA yang selama ini menentang sejumlah langkah Infantino.

"Scottish FA tidak akan memilih Gianni Infantino. Itu sejalan dengan posisi UEFA dan kami mempertahankan sikap tersebut sepanjang waktu," kata Maxwell.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Maxwell juga menyoroti sorotan besar terhadap Infantino yang dinilai sudah terlalu jauh dari urusan sepak bola di lapangan.

"Ketika Anda menjadi administrator sepak bola, Anda seharusnya tidak terlalu sering berada di depan kamera seperti yang terjadi selama ini," ujarnya.

Halaman Selanjutnya

Menurut Maxwell, persoalan tata kelola FIFA kini justru mengalihkan perhatian publik dari sepak bola itu sendiri.

Halaman Selanjutnya

Read Entire Article
Sindikasi | Jateng | Apps |