Pemdaprov Jabar Ambil Alih Teras Cihampelas, Targetkan Wajah Baru Rampung Oktober 2026

2 days ago 9

Senin, 3 Agustus 2026 - 13:43 WIB

Bandung, VIVA – Pemerintah Daerah Provinsi Jawa Barat resmi menerima peralihan pengelolaan kawasan Jalan Cihampelas dari Pemerintah Kota Bandung. Sinergi ini ditandai dengan penandatanganan Naskah Perjanjian Hibah Daerah (NPHD) dan Berita Acara Serah Terima (BAST) di Balai Kota Bandung, Rabu (29/7/2026). 

Langkah ini menjadi titik awal penataan kembali Teras Cihampelas untuk mengembalikan muruahnya sebagai pusat industri kreatif, fesyen, dan destinasi wisata unggulan.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi, menyatakan kolaborasi erat antara Pemdaprov Jabar dan Pemkot Bandung terus menghasilkan langkah konkret dalam menuntaskan persoalan perkotaan. Ia menegaskan, peran Pemdaprov kini tidak lagi sebatas mengurus kebijakan administratif, tetapi juga turun langsung menangani urusan teknis pembangunan di lapangan.

"Provinsi Jabar saat ini tidak lagi sekadar mengurusi administrasi, tetapi juga hal teknis. Barangkali ini pertama kalinya dalam sejarah, pemerintah provinsi membangun trotoar dan taman. Fokus penataan seperti ini diperuntukkan bagi kawasan pusat perkotaan, sementara untuk wilayah pedesaan kami fokuskan pada pembangunan infrastruktur jalan," ujar KDM, sapaan akrab Gubernur usai penandatanganan BAST.

Pascapenyerahan ini, Pemdaprov Jabar akan bergerak cepat menyelesaikan proses administrasi sebagai landasan dimulainya penataan fisik. Gubernur KDM berharap, Cihampelas dapat kembali berjaya sebagai ikon Kota Bandung yang memiliki daya tarik global.

"Setelah Teras Cihampelas diserahkan ke Pemdaprov, selanjutnya kami langsung melakukan penataan administrasi untuk membenahi Cihampelas. Tujuannya agar kawasan ini kembali seperti dulu; menjadi pusat industri kreatif, barometer mode, serta pusat kunjungan warga dari berbagai daerah, termasuk wisatawan mancanegara," tuturnya.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Keberadaan Teras Cihampelas yang baru nantinya diharapkan akan bersinergi dengan beroperasinya kembali layanan penerbangan di Bandara Husein Sastranegara. Gubernur KDM optimistis hal ini akan mendongkrak kunjungan wisatawan asing, khususnya dari negara tetangga seperti Malaysia, Singapura, dan Brunei Darussalam.

"Dengan beroperasinya kembali Bandara Husein, saya yakin akan semakin banyak turis dari Malaysia, Singapura, dan Brunei yang kembali datang. Mereka sering kali datang hanya untuk potong rambut atau perawatan wajah, sehingga akhirnya menginap lebih lama. Karena sumber pendapatan kota bertumpu pada pajak hotel dan restoran, kawasan publik harus ditata semenarik mungkin agar mengundang banyak kunjungan," ungkapnya.

Halaman Selanjutnya

Terkait teknis pengerjaan, KDM menargetkan proses penataan kawasan ini dapat berjalan cepat dan transparan. Pembongkaran fasilitas lama dan penataan yang baru akan dilakukan melalui mekanisme lelang yang terbuka untuk publik.

Halaman Selanjutnya

Read Entire Article
Sindikasi | Jateng | Apps |