Pencarian 5 Jurnalis Hilang Diperluas hingga Pulau Sertang, Masuk Area 3 Km yang Dilarang

3 days ago 6

Kamis, 10 September 2026 - 16:19 WIB

Serang, VIVA – Pemerintah Provinsi (Pemprov) Banten bersama warga terus memperluas pencarian jurnalis, termasuk pewarta foto ANTARA Biro Banten, yang hilang kontak di Selat Sunda, Pandeglang, Banten, saat meliput aktivitas erupsi Gunung Anak Krakatau.

Gubernur Banten Andra Soni saat meninjau Pos SAR di Pantai Marina Carita, Banten, Kamis, menyampaikan pihaknya mendengarkan saran keluarga yang meminta pencarian diperluas hingga ke Pulau Sertung, Selat Sunda.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

"Kami telah sampaikan semalam, perlu diketahui bahwa pulau yang dimaksud itu masuk ke dalam radius 3 kilometer yang direkomendasikan atau dilarang untuk masuk ke kawasan itu, tetapi semua kita telah sampaikan kepada Basarnas, secara teknis semuanya dikendalikan oleh Basarnas," katanya.

Soni berharap, pencarian dilakukan dengan tetap mempertimbangkan prosedur keselamatan yang ada.

"Setelah kita sampaikan, tentu Basarnas mempertimbangkan semua kemungkinan tanpa melupakan tentang prosedur yang harus ditanggung. Kita percayakan kepada Basarnas," ucap Andra.

Ia menegaskan, Pemprov Banten, Basarnas, bersama pemerintah terkait dan lintas sektor terus menyampaikan keprihatinan atas kejadian hilangnya delapan orang dalam speed boat yang berangkat dalam misi peliputan erupsi Gunung Anak Krakatau tersebut.

"Kami berharap kawan-kawan, sahabat-sahabat kita yang menjalankan tugas jurnalismenya ditemukan dalam keadaan selamat. Sekali lagi, saya meminta seluruh masyarakat Indonesia agar bersama-sama berdoa untuk sahabat-sahabat kita, kawan-kawan kita, teman-teman jurnalis, juga awak kapal, agar selamat," paparnya.

Delapan orang yang dalam pencarian terdiri dari lima orang jurnalis yakni M. Bagus Khoirunnas (Kantor Berita ANTARA), Ari Basuki (Merdeka.com), Yudhistiro (iNews), Firdaus (Anadolu), dan Donal (jurnalis lepas). Kemudian tiga orang lainnya yakni Warta (kapten kapal), Surakman (ABK), serta Heriyanto (pemandu). Mereka dilaporkan hilang kontak, Senin 7 September 2026.

Basarnas juga telah mengerahkan satu unit helikopter Dauphin AS365 N3+ untuk memperkuat operasi pencarian dari udara.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

SAR Mission Coordinator (SMC) Basarnas, Al Amrad, juga menyampaikan bahwa pengerahan helikopter bernomor registrasi HR-3604 tersebut difokuskan untuk mengamati kawasan perairan Selat Sunda serta perimeter Gunung Anak Krakatau.

"Pengerahan helikopter ini menjadi bagian dari upaya penguatan pencarian melalui dukungan udara, khususnya dalam pemantauan wilayah operasi SAR di sekitar Perairan Selat Sunda dan Gunung Anak Krakatau," kata Amrad, yang sekaligus Kepala Kantor SAR Banten itu. (Ant)

Penampakan Erupsi Gunung Anak Krakatau yang Terekam NASA

DPR Kritik Pemerintah soal Penanganan Erupsi Gunung Berapi: Jangan Baru Hadir Setelah Bencana Terjadi

Anggota Komisi V DPR RI Edi Purwanto berkata pemerintah harus mengubah paradigma penanggulangan bencana dari sekadar respons darurat menjadi kesiapsiagaan ancaman erupsi.

img_title

VIVA.co.id

10 September 2026

Read Entire Article
Sindikasi | Jateng | Apps |