Pencarian Bawah Laut Korban Kapal Virgo Transport 8 Belum Maksimal, Basarnas Beberkan Kendalanya

7 hours ago 1

Rabu, 16 September 2026 - 07:23 WIB

Banjarmasin, VIVA – Badan SAR Nasional (Basarnas) menyiapkan berbagai skenario alternatif dalam pencarian korban Kapal Motor (KM) Virgo Transport 8 jika kondisi cuaca di perairan Laut Jawa terus menghambat pelaksanaan operasi tim penyelaman bawah laut.

Kepala Basarnas Mohammad Syafii mengatakan pencarian bawah laut menjadi salah satu sasaran utama operasi SAR hari ketiga. Namun akibat kondisi cuaca, belum memungkinkan tiga tim penyelam dan peralatan bawah laut yang telah disiapkan untuk dioperasikan dengan menjamin keselamatan personel.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

“Operasi hanya mungkin dilaksanakan atas dasar jaminan aman karena memang di situlah teori safety. Mudah-mudahan kondisi cuaca memungkinkan sehingga kita bisa melakukan tindakan semaksimal mungkin apa yang bisa kita lakukan,” kata Syafii di Pelabuhan Trisakti, Banjarmasin, Kalimantan Selatan, dikutip Rabu, 16 September 2026.

Kepala Basarnas, Mohammad Syafii (tengah)

Photo :

  • ANTARA/Tumpal Andani Aritonang

Syafii menjelaskan Basarnas tetap memaksimalkan pencarian melalui unsur udara dan laut di permukaan perairan dengan tetap mempersiapkan operasi bawah laut apabila kondisi gelombang, arus, dan faktor keselamatan lainnya memungkinkan tim penyelam bekerja di sekitar bangkai kapal.

Basarnas juga didukung KRI Canopus, sebuah kapal teknologi canggih yang memiliki kemampuan pengamatan bawah laut dengan perangkat remotely operated vehicle (ROV) dan multibeam echosounder, namun belum dioperasikan secara maksimal akibat cuaca yang sangat buruk dan berbahaya di perairan itu.

Menurut Syafii, kemampuan penyelam dan peralatan tersebut sebenarnya dapat mendukung operasi hingga kedalaman lebih dari 150 meter.

Akan tetapi, kondisi gelombang, kecepatan arus permukaan dan bawah laut, serta jarak pandang yang terbatas di perairan Laut Jawa menjadi faktor yang membatasi pelaksanaan pencarian.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Jika operasi bawah laut terus terkendala cuaca, Basarnas akan melibatkan berbagai pihak yang memiliki kemampuan untuk melakukan tindakan terhadap bangkai kapal, termasuk menghitung proses salvage, kemungkinan membalikkan posisi kapal, maupun menarik kapal untuk membuka akses pencarian korban.

“Kita akan berupaya untuk bisa membawa kapal itu atau minimal kita bisa membalikkan kondisi kapal itu sehingga kita bisa melaksanakan operasi pencarian terhadap korban. Setelah itu, tentunya akan kita serahkan kepada tim-tim investigasi yang dipimpin oleh Kepala KNKT,” ujarnya.

Halaman Selanjutnya

Syafii mengatakan hingga hari ketiga operasi SAR, berbagai unsur dari udara, laut, masyarakat, dan kapal-kapal yang melintas di sekitar lokasi kejadian belum menerima laporan mengenai penemuan korban tambahan.

Halaman Selanjutnya

Read Entire Article
Sindikasi | Jateng | Apps |