Pengamat Bongkar Masalah Besar Timnas Indonesia: Pemain Pelapis Masih Jauh dari Level Elit Asia

3 days ago 10

Minggu, 23 Agustus 2026 - 13:35 WIB

VIVA – Perjalanan Timnas Indonesia di ASEAN Championship 2026 berakhir di fase grup setelah bermain imbang 1-1 melawan Singapura di Jalan Besar Stadium, Kallang, Jumat 7 Agustus 2026. 

Kegagalan tersebut menjadi sorotan pengamat sepak bola Anton Sanjoyo atau Bung Joy, yang menilai kualitas pemain pelapis Indonesia masih jauh dari harapan untuk bersaing di level elite Asia.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Timnas Indonesia sempat unggul melalui gol Ragnar Oratmangoen pada menit ke-46. Namun, Singapura mampu menyamakan kedudukan lewat Ilhan Fandi pada menit ke-65. Hasil tersebut membuat skuad asuhan John Herdman finis di peringkat ketiga dan gagal melaju ke semifinal.

Menurut Bung Joy, persoalan Timnas Indonesia terlihat ketika menghadapi Vietnam. Indonesia kalah 0-3 dari Vietnam di fase grup, meski saat itu Herdman menurunkan pemain yang dianggap sebagai tim inti. Hasil tersebut menjadi salah satu indikator bahwa kualitas skuad secara keseluruhan masih perlu dievaluasi.

Ia kemudian menyoroti kualitas pemain pelapis atau layer yang berasal dari kompetisi domestik. Menurutnya, pemain-pemain tersebut masih belum cukup untuk menjadi pelapis yang mampu menjaga level permainan Timnas Indonesia ketika menghadapi lawan-lawan kuat di Asia.

"Jadi kalau kita bicara kalau  ditanya kualitas layer (pemain pelapis) kita, ya masih jauh dari harapan untuk bicara banyak di elite Asia," ujar Bung Joy di Youtube Ruang Publik, dikutip Minggu 23 Agustus 2026.

Bung Joy menilai situasi tersebut menjadi pekerjaan besar bagi John Herdman. Pelatih asal Inggris itu disebut harus lebih banyak berkomunikasi dengan para pelatih di kompetisi domestik untuk memahami kualitas pemain yang tersedia dan menentukan strategi yang paling sesuai dengan materi yang dimiliki.

"Karena sejauh ini kita baru diuji, betul-betul diuji sebetulnya oleh Vietnam, dan kalah. Kalahnya jauh, di kandang pula," tutur Bung Joy.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Menurutnya, Herdman tidak boleh berhenti melakukan evaluasi. Ia menilai pelatih Timnas Indonesia perlu berdiskusi dengan para pelatih yang memahami kualitas pemain di kompetisi domestik agar dapat menemukan komposisi dan strategi yang paling tepat.

"Dia enggak boleh tidur nih, enggak boleh tidur, dia harus begadang terus menganalisis semuanya. Dia bicara dengan para ahli yang mengamati betul kualitas permainan Indonesia. Karena yang tahu betul sumber terbaik ya pelatih-pelatih yang sekarang ada di Super League atau di Divisi 1," katanya.

Halaman Selanjutnya

Bung Joy juga menilai Herdman harus mampu menyesuaikan strategi dengan kualitas pemain yang tersedia. Ia mencontohkan penggunaan formasi tiga bek ketika menghadapi Vietnam.

Halaman Selanjutnya

Read Entire Article
Sindikasi | Jateng | Apps |