VIVA – Pengamat sepak bola Hadi Gunawan atau Bung Ahay mengkritik racikan pelatih Timnas Indonesia John Herdman setelah skuad Garuda gagal melaju ke semifinal Piala AFF 2026.
Menurut Bung Ahay, salah satu persoalan utama terletak pada komposisi lini tengah yang diisi Ivar Jenner, Marc Klok, dan Thom Haye karena memiliki karakter permainan yang hampir sama.
ADVERTISEMENT
GULIR UNTUK LANJUT BACA
Timnas Indonesia dipastikan tersingkir dari ASEAN Championship 2026 setelah bermain imbang 1-1 melawan Singapura pada laga terakhir Grup A di Stadion Jalan Besar, Singapura, Jumat 7 Agustus 2026. Hasil tersebut membuat Indonesia finis di peringkat ketiga klasemen dengan tujuh poin, tertinggal dari Singapura dan Vietnam yang lolos ke babak semifinal.
Pengamat Sepakbola, Hadi Gunawan atau Bung Ahay
Photo :
- YouTube/Bangku Cadangan Podcast
Bung Ahay menilai kegagalan tersebut bukan disebabkan oleh persoalan chemistry antarpemain. Ia justru melihat para pemain sudah memiliki kekompakan karena sebagian besar merupakan skuad yang telah lama bermain bersama.
"Kalau menurut gua, chemistry sih udah enggak ya. Pokoknya mereka udah dapet lah, karena mereka tim lama. Pemain-pemain lama yang dibentuk oleh pelatih sebelumnya," kata Bung Ahay di YouTube Bangku Cadangan Podcast, dikutip Kamis 13 Agustus 2026.
Lebih lanjut, Bung Ahay kemudian menyoroti keputusan John Herdman yang memainkan tiga gelandang dengan karakter serupa dalam satu waktu. Menurutnya, kondisi itu membuat permainan Timnas Indonesia kurang variatif ketika membangun serangan.
"Contoh ya, tiga gelandang kita Marc Klok, Ivar Jenner, Thom Haye, ini kan gelandang tipe yang sama. Semuanya lebih ke belakang, lebih bertahan. Kecuali Thom Haye yang lebih bisa menyerang, tapi bukan gelandang yang bisa melakukan penetrasi sampai ke belakang striker," ucapnya.
Ia menjelaskan, absennya gelandang yang mampu menusuk ke kotak penalti membuat penyerang Mitchell Baker kesulitan mendapatkan suplai bola yang bervariasi.
ADVERTISEMENT
GULIR UNTUK LANJUT BACA
Menurut Bung Ahay, pola serangan Timnas Indonesia terlalu mudah ditebak karena hampir seluruh aliran bola diarahkan kepada Mitchell Baker, baik melalui umpan silang dari sisi lapangan maupun bola langsung dari tengah.
"Keberadaan Mitchell Baker di posisi depan itu seakan-akan terkunci karena tidak mendapatkan pasokan bola yang lebih variatif. Dari kanan umpan ke Mitchell Baker, dari kiri crossing ke Mitchell Baker, dari tengah langsung Mitchell Baker. Jadi serangannya monoton," katanya.
Pengamat: John Herdman Tak Paham Peta Sepak Bola Asia Tenggara
Pengamat sepak bola Bung Ahay menilai John Herdman gagal memahami peta sepak bola Asia Tenggara sehingga Timnas Indonesia kesulitan menghadapi Vietnam di Piala AFF 2026.
VIVA.co.id
13 Agustus 2026

1 week ago
9
















:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/9310865/original/081850900_1785378315-cropped-2d7f636b-2380-40cc-a881-ea61c56069f5.jpg)

