Pentagon Mendadak Isyaratkan Kabur dari Timur Tengah?

1 week ago 2

Rabu, 19 Agustus 2026 - 14:59 WIB

VIVA – Departemen Perang Amerika Serikat (AS) atau Pentagon tengah mengkaji kembali keberadaan militer AS di Timur Tengah, yang mengindikasikan perang dengan Iran berpotensi mengubah kehadiran Washington di kawasan tersebut, menurut The Washington Post, Selasa, 19 Agustus 2026.

Menurut laporan itu, Pentagon mempertimbangkan pengurangan jumlah pasukan AS di kawasan Teluk, tempat sejumlah pangkalan utama AS mengalami serangan Iran selama berbulan-bulan.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Kerusakan tersebut menciptakan peluang bagi AS untuk meninjau kembali postur militernya di kawasan. Sejumlah pejabat bahkan menyebut beberapa pangkalan mungkin tidak akan dibangun kembali dalam bentuk seperti sebelumnya.

Kajian tersebut dipimpin kantor kebijakan Pentagon. Kepala Staf Gabungan dan Komando Pusat AS (CENTCOM) juga turut mengkaji persoalan tersebut, menurut laporan itu, seperti dikutip Anadolu Ajansi.

Seorang pejabat senior Pentagon mengatakan Menteri Pertahanan Pete Hegseth belum memerintahkan kajian resmi. Ia menyebut upaya tersebut sebagai "perencanaan yang bijaksana" untuk membantu menentukan keputusan terkait pembangunan kembali pangkalan yang rusak.

"Keputusan harus dibuat terkait beberapa hal ini," kata pejabat tersebut. CENTCOM biasanya menempatkan sekitar 40.000 personel di hampir 20 lokasi yang membentang dari Jordania hingga Oman.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Sejak awal tahun ini, Washington telah mengerahkan kapal perang, pesawat tempur, dan sistem pertahanan udara tambahan ke kawasan tersebut serta melancarkan lebih dari 13.000 serangan terhadap Iran.

Pangkalan militer permanen terbesar AS di kawasan itu terkonsentrasi di negara-negara Teluk, termasuk markas Armada Kelima AS di Bahrain serta fasilitas utama Angkatan Darat dan Angkatan Udara AS di negara seperti Kuwait.

Presiden AS Donald Trump

AS Pakai Trik Kejam supaya Iran Berlutut

Pemerintah AS memberi tahu sekutu-sekutu politiknya bahwa mereka mengubah strategi menjadi upaya untuk secara bertahap “mencekik” Iran secara ekonomi. Akankah berhasil?

img_title

VIVA.co.id

19 Agustus 2026

Read Entire Article
Sindikasi | Jateng | Apps |