Perempuan Rentan Kelelahan Fisik dan Mental, Aktivitas Ini Bisa Bantu Kelola Stres

5 days ago 9

Sabtu, 22 Agustus 2026 - 00:37 WIB

VIVA – Di tengah aktivitas yang semakin padat, perempuan kerap menjalani sejumlah peran sekaligus, mulai dari bekerja, mengurus keluarga, hingga tetap memiliki ruang untuk mengembangkan diri. Kondisi tersebut dapat membuat tubuh dan pikiran lebih mudah mengalami kelelahan apabila tidak diimbangi dengan waktu untuk beristirahat dan merawat diri.

Kesadaran mengenai pentingnya kesehatan secara menyeluruh atau wellness pun semakin berkembang. Menjaga kesehatan tidak lagi sebatas memerhatikan kondisi fisik, tetapi juga mencakup kemampuan mengelola tekanan dan menjaga kesehatan mental.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Laporan 2024 Global Wellness Economy Monitor dari Global Wellness Institute (GWI) mencatat ekonomi wellnessglobal mencapai US$6,3 triliun pada 2023 dan diproyeksikan mendekati US$9 triliun pada 2028.

Tren serupa terlihat dalam dunia olahraga. Worldwide Survey of Fitness Trends 2026 dari American College of Sports Medicine (ACSM) menempatkan Exercise for Mental Health di posisi keenam dalam tren kebugaran dunia. Hal tersebut menunjukkan aktivitas fisik semakin dipandang bukan hanya untuk menjaga kebugaran, tetapi juga sebagai salah satu cara mendukung pengelolaan stres dan kesehatan mental.

Salah satu pendekatan yang mulai banyak diterapkan adalah menggabungkan aktivitas fisik dengan kegiatan kreatif. Olahraga dapat membantu tubuh tetap aktif, sementara aktivitas seni memberikan kesempatan untuk berhenti sejenak dari rutinitas dan memusatkan perhatian pada kegiatan yang menyenangkan.

Olahraga Dipadukan dengan Aktivitas Kreatif

Konsep tersebut menjadi bagian dari Patchtastic Day 2026 yang mengusung gerakan sosial #ShareTheComfort dan tagline “Bringing Comfort Closer to You”. Kegiatan ini dirancang dengan pendekatan wellness yang menggabungkan aktivitas fisik, kreativitas, dan interaksi sosial.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Dalam rangkaian kegiatannya, peserta dapat mengikuti sejumlah olahraga kelompok seperti Pound Fit, Zumba, dan Yoga. Setelah itu, mereka dapat mengikuti aktivitas seni seperti membuat gelang manik-manik, menghias gantungan tas, membuat gantungan kunci tumbler, membuat boneka kain, hingga membuat gantungan kunci akrilik.

Pendekatan tersebut didasarkan pada gagasan bahwa menjaga kesehatan mental tidak selalu harus dilakukan melalui aktivitas yang kompleks. Memberikan waktu untuk berolahraga, berkarya, bersosialisasi, maupun sekadar beristirahat juga dapat menjadi bagian dari upaya menjaga keseimbangan diri.

Halaman Selanjutnya

Penelitian dari Drexel University yang dikutip dalam kegiatan tersebut menunjukkan bahwa setelah melakukan aktivitas seni selama 45 menit, sekitar 75 persen peserta mengalami penurunan kadar kortisol, yaitu hormon yang berkaitan dengan respons tubuh terhadap stres.

Halaman Selanjutnya

Read Entire Article
Sindikasi | Jateng | Apps |