Perempuan Sering Lupa Merawat Diri Sendiri, Pakar Ungkap Dampaknya bagi Kesehatan

5 days ago 5

Jumat, 6 Maret 2026 - 09:00 WIB

Jakarta, VIVA – Perempuan kerap menjalankan banyak peran sekaligus dalam kehidupan sehari-hari. Di kawasan Asia Pasifik, termasuk Indonesia, mereka tidak hanya berkarier di tempat kerja, tetapi juga menjadi pengambil keputusan di rumah dan sumber dukungan emosional bagi keluarga. Namun di balik peran besar tersebut, kesehatan pribadi sering kali justru terabaikan.

Peringatan International Women's Day 2026 dengan tema #GiveToGain mengingatkan pentingnya memaknai kedermawanan bukan hanya untuk orang lain, tetapi juga bagi diri sendiri. Dalam konteks kesehatan, pesan ini menekankan bahwa merawat tubuh merupakan investasi penting untuk menjaga kesejahteraan jangka panjang. Scroll untuk tahu lebih lanjut, yuk!

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Banyak perempuan menghadapi rutinitas padat yang berujung pada pola makan terburu-buru, kurang tidur, hingga tingkat stres yang meningkat. Kondisi ini membuat kebutuhan nutrisi, kebugaran, dan keseimbangan emosional sering kali tidak menjadi prioritas.

Vipada Sae-Lao, Nutrition Education and Training Lead Asia Pacific dari Herbalife, menilai bahwa menjaga kesehatan diri memiliki dampak luas, tidak hanya bagi individu tetapi juga keluarga dan lingkungan sekitar.

“Sebagai anggota Herbalife Dietetic Advisory Board yang bekerja di berbagai budaya di kawasan Asia Pasifik, saya berulang kali melihat satu kenyataan: ketika perempuan berinvestasi pada kesehatan mereka sendiri, keluarga, tempat kerja, dan generasi mendatang turut merasakan manfaatnya. Bekerja erat dengan perempuan yang menyeimbangkan berbagai tanggung jawab, tema #GiveToGain menegaskan realitas sederhana — merawat kesehatan adalah salah satu cara paling efektif untuk menjaga energi dan ketangguhan yang dibutuhkan dalam mendukung peran di tempat kerja maupun di keluarga," ujar Vipada Sae-Lao dalam keterangannya, dikutip Jumat 6 Maret 2026.

Tantangan Gizi Perempuan di Asia

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Perempuan di kawasan Asia Pasifik juga menghadapi tantangan gizi yang kompleks. Di satu sisi, angka obesitas pada orang dewasa meningkat, sementara di sisi lain masalah seperti stunting pada anak dan anemia pada perempuan usia reproduktif masih banyak ditemukan.

Kondisi ini menunjukkan adanya beban ganda dalam persoalan nutrisi. Dampaknya tidak hanya dirasakan pada kesehatan ibu dan anak, tetapi juga memengaruhi energi harian, daya tahan tubuh, hingga kualitas hidup.

Halaman Selanjutnya

Asupan nutrisi yang seimbang menjadi fondasi penting dalam menjaga kesehatan preventif. Nutrisi yang cukup dapat membantu mempertahankan metabolisme, meningkatkan daya tahan tubuh, serta mendukung proses penuaan yang lebih sehat.

Halaman Selanjutnya

Read Entire Article
Sindikasi | Jateng | Apps |