Perjuangan Haru Ibu di NTT Melahirkan di Tengah Gempa Magnitudo 7,7

1 week ago 7

Kamis, 20 Agustus 2026 - 00:00 WIB

VIVA –Di tengah gempa berkekuatan 7,7 magnitudo yang mengguncang Nusa Tenggara Timur (NTT) pada Sabtu pagi, 15 Agustus 2026, Maria Florida harus berjuang melahirkan bayinya. Perempuan asal Nogo Kelen, NTT, itu menjalani operasi darurat untuk melahirkan anak keempatnya di tengah gempa dan serangkaian gempa susulan yang  mengguncang wilayah tersebut.

Dalam video yang diunggah saluran berita asal Singapura CNA News di akun Instagram resmi mereka, Maria mengungkap rasa terima kasihnya kepada tim dokter yang membantu persalinannya. 

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

"Darurat sekali walaupun goncangan, mereka dokter itu sampai menyelesaikan tugasnya. Itu perjuangan yang luar biasa. Terima kasih untuk tim dokter, bidan, perawat," kata dia dikutip dari akun Instagram CNA News, Kamis 20 Agustus 2026.

Diketahui, Maria harus melahirkan dua bulan lebih cepat dari perkiraan karena kehamilannya mengalami komplikasi yang membahayakan dirinya dan bayinya. Kondisi tersebut membuat dokter harus melakukan operasi dengan bantuan cahaya senter saat listrik di rumah sakit beberapa kali padam. Di tengah proses operasi, gedung rumah sakit juga terus berguncang hebat.

"Usia kehamilan 31 minggu jadi masih dengan dokter, masih observasi, masih menunggu. Cuma saat kejadian itu (gempa) memang saya sangat berterima kasih dengan tim dokter, bidan, perawat semua ya. Walaupun dalam keadaan genting, ruangan sudah ambruk tapi mereka tidak meninggalkan pasien," kata dia.

Sementara itu dokter obgyn yang menangani Maria, dr. Yona Sara Pardede mengatakan dirinya harus segera melakukan tindakan operasi di tengah gempa yang terjadi. Sebab, kata Yona pasien bisa mengalami kejang yang berakibat fatal jika persalinannya ditunda. 

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Di sisi lain, Yona mengaku sempat muncul perasaan takut dalam dirinya saat membantu proses kelahiran Maira di tengah guncangan gempa yang begitu kuat pada Sabtu kemarin.

"Saya sudah tidak punya banyak pilihan. Saya jujur aja sih sebenarnya saya agak takut ya karena itu gempa. Pada saat saya lakukan tindakan operasi itu gempa. Jujur saya sebagai manusia pasti kita punya rasa takut yah. Apalagi saya berasal dari tempat yang jarang gempa," kata dia.

Halaman Selanjutnya

Ia juga menceritakan betapa menantangnya proses persalinan Maria saat itu. Kondisinya semakin sulit karena tidak ada penerangan yang memadai dan tidak adanya ventilator saat itu untuk bayi Maria yang baru saja lahir.

Halaman Selanjutnya

Read Entire Article
Sindikasi | Jateng | Apps |