VIVA –Industri dermatologi dan aesthetic terus berkembang seiring meningkatnya perhatian masyarakat terhadap kesehatan kulit, perawatan anti-aging, hingga upaya menjaga penampilan dan kualitas hidup di usia lanjut. Perkembangan ini juga mendorong dokter dan klinik untuk menghadirkan pendekatan perawatan yang semakin personal dan didukung teknologi.
Salah satu perkembangan yang mulai mengubah cara dokter melakukan konsultasi adalah penggunaan teknologi 3D Skin Analysis. Teknologi ini memungkinkan kondisi kulit pasien ditampilkan melalui data visual sehingga dokter dapat membantu dokter memahami kondisi kulit pasien secara lebih komprehensif.
ADVERTISEMENT
GULIR UNTUK LANJUT BACA
"Masa depan konsultasi aesthetic bergerak dari penilaian subjektif menuju pendekatan yang lebih berbasis data dan melibatkan pasien. Ketika pasien dapat melihat dan memahami kondisi kulit mereka dengan jelas melalui data visual, proses konsultasi menjadi lebih transparan, personal, dan bermakna," kata Dr. LauKian Hong (Edmond).
Integrasi skin analysis dengan treatment recommendation juga dapat membantu dokter membangun komunikasi yang lebih evidence-based sekaligus meningkatkan patient engagement, treatment compliance, dan kepercayaan pasien.
Selain teknologi analisis kulit, perkembangan regenerative aesthetics juga semakin mendorong pendekatan perawatan yang lebih presisi dan personal. Salah satunya melalui precision microneedling yang dipadukan dengan pemahaman terhadap respons kulit, pemilihan pasien, serta penerapan protokol klinis yang tepat.
"Regenerative aesthetics bukan sekadar memperkenalkan treatment baru. Ini tentang memahami bagaimana kulit merespons treatment, bagaimana kita mengontrol proses treatment tersebut, serta bagaimana menciptakan pendekatan regenerasi yang lebih presisi dan personal sesuai kebutuhan setiap pasien," kata Dr. Samuel Stemi.
ADVERTISEMENT
GULIR UNTUK LANJUT BACA
Perkembangan stem cell science juga membuka peluang baru dalam regenerative medicine, termasuk untuk regenerasi kulit dan mendukung healthy aging. Namun, penerapannya tetap perlu didasarkan pada bukti ilmiah, keamanan, dan praktik klinis yang bertanggung jawab.
"Regenerative beauty harus dibangun di atas science, evidence, safety, dan responsible clinical practice. Ketika kita berbicara mengenai stem cell dan regenerative medicine, edukasi menjadi sangat penting agar inovasi tidak berjalan lebih cepat daripada pemahaman klinis dan aspek keselamatan pasien," ujar Dr. Adi Wijayanto.
Halaman Selanjutnya
Berbagai perkembangan tersebut menjadi bagian dari pembahasan Beauty World Executive Clinic Growth Summit 2026, yang mempertemukan dokter aesthetic, dermatolog, pemilik klinik, pemimpin bisnis, serta pengambil keputusan di industri.

1 day ago
3













