Pernah Jadi Idola Era 1960-an, Ini Kisah Anneke Grönloh Pelantun Lagu 'Indonesia, Ik Hou Van Jou' yang Berdarah Belanda

1 week ago 9

Selasa, 18 Agustus 2026 - 09:10 WIB

VIVA – Bagi generasi yang tumbuh pada era 1960-an, nama Anneke Grönloh mungkin bukan sosok asing. Penyanyi kelahiran Tondano, Sulawesi Utara, ini pernah meraih popularitas di Indonesia dan sejumlah negara Asia Tenggara melalui lagu-lagu berbahasa Indonesia. 

Menariknya, Anneke Grönloh juga dikenal sebagai penyanyi berdarah Belanda-Indonesia yang kemudian membawa namanya ke panggung musik Eropa, termasuk ketika mewakili Belanda dalam Kontes Lagu Eurovision 1964. Begini kisah selengkapnya, sebagaimana dihimpun Viva pada Selasa, 18 Agustus 2026.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Anneke Grönloh dan Popularitasnya di Indonesia

Anneke Grönloh lahir dengan nama Johanna Louise Grönloh pada 7 Juni 1942 di Sulawesi Utara, ketika wilayah tersebut masih berada dalam masa pendudukan Jepang. Ia kemudian berkarier sebagai penyanyi dan aktif di dunia musik sejak 1959.

Genre yang dibawakannya cukup beragam, mulai dari pop, big band, folk hingga musik etnik. Pada awal 1960-an, popularitas Anneke Grönloh tidak hanya menjangkau Belanda, tetapi juga Indonesia, Malaysia, Singapura dan Brunei Darussalam.

Pada 1962, Anneke merilis sejumlah lagu berbahasa Indonesia yang membuat namanya semakin dikenal di kawasan Asia Tenggara. Empat di antaranya adalah Buka Pintu, Rambut Hitam Matanya Galak, O Ina Ni Keke, dan Tjerewerewe.

Selain lagu-lagu tersebut, Anneke Grönloh juga dikenal sebagai penyanyi pertama yang mempopulerkan lagu pengantar tidur yang sangat terkenal di Indonesia, Nina Bobo. Ia juga mempopulerkan lagu 'Indonesia, ik hou van jou' yang cukup dikenal di Indonesia.

Kedekatan Anneke dengan musik Indonesia terlihat dari sejumlah karya yang masuk dalam album berbahasa Indonesia. Beberapa di antaranya adalah Asmara/Deri Kattjil pada 1960, Boeroeng Kaka/Bengawan Solo pada 1962, serta Rambut Itam Matanja/Buka Pintu dan O Ina Ni Keke/Tjerewerewe yang juga dirilis pada 1962.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Popularitas Anneke Grönloh tidak berhenti di Asia Tenggara. Ia juga memiliki karier musik di Eropa dan menjadi salah satu penyanyi yang membawa nama Belanda ke panggung internasional.

Pada 1964, Anneke mewakili Belanda dalam Kontes Lagu Eurovision. Ia tampil membawakan lagu berjudul Jij bent mijn leven. Ajang tersebut menjadi salah satu catatan penting dalam perjalanan kariernya sebagai penyanyi.

Halaman Selanjutnya

Pada periode yang sama, Anneke juga aktif membawakan lagu dalam bahasa Belanda dan Inggris. Diskografinya menunjukkan produktivitas yang tinggi sepanjang dekade 1960-an, dengan berbagai lagu yang dirilis dalam bentuk singel.

Halaman Selanjutnya

Read Entire Article
Sindikasi | Jateng | Apps |