Jakarta, VIVA – Menteri ESDM, Bahlil Lahadalia mengatakan, perusahaan aluminium ternama dari Rusia, UC Rusal, bakal menggarap proyek hilirisasi bauksit menjadi alumina dan membangun pabriknya di Kalimantan.
Dalam realisasinya, Bahlil memastikan bahwa saat ini proses perizinan dari proyek tersebut sudah hampir memasuki tahap final.
ADVERTISEMENT
GULIR UNTUK LANJUT BACA
"Mereka akan membangun hilirisasi bauksit menjadi alumina di daerah Kalimantan. Untuk urusan perizinannya sudah tahap hampir final," kata Bahlil di Kementerian ESDM, Jakarta, Kamis, 11 September 2026.
Presiden Prabowo Hadiri Forum EEF ke-11 di Vladivostok, Rusia
Photo :
- ANTARA/Tangkapan Layar Youtube Sekretariat Presiden
Dalam menjalankan proyek hilirisasi itu, Bahlil memastikan bahwa Rusal juga akan turut menggandeng pengusaha dalam negeri.
Namun, Dia belum mau mengungkapkan nama pengusaha lokal yang dimaksudnya tersebut.
"Kita memang melakukan kolaborasi. Jadi mereka melakukan kerja sama dengan pengusaha dalam negeri," ujarnya.
Diketahui, sebelumnya Presiden Prabowo telah mengungkapkan rencana UC Rusal yang bakal membuka pabrik pengolahan di Indonesia.
ADVERTISEMENT
GULIR UNTUK LANJUT BACA
Dalam acara Eastern Economic Forum, Vladivostok, Rusia pada Kamis, 3 September 2026 lalu, Prabowo juga mengungkapkan bahwa ada lagi satu proyek yang diteken antara perusahaan pupuk Indonesia dengan perusahaan besar asal Rusia.
Keduanya akan mengembangkan proyek produksi pupuk berbahan baku gas di wilayah Timur Jauh Rusia. Namun, Prabowo tak merinci seperti apa proyek yang dimaksud dan nama kedua perusahaan tersebut.
Impor Minyak Tahap Kedua dari Rusia Sudah Berjalan, Bahlil: Demi Kepentingan Rakyat!
Menteri ESDM, Bahlil Lahadalia mengatakan, saat ini realisasi impor pembelian minyak tahap kedua dari Rusia sudah mulai berjalan guna memenuhi kebutuhan energi nasional.
VIVA.co.id
11 September 2026

2 days ago
14













