Jumat, 21 Agustus 2026 - 14:01 WIB
VIVA – Pesawat sistem peringatan dan kendali udara (AWACS) atau pesawat pengintai jenis Boeing E-3B Sentry milik Angkatan Udara Amerika Serikat (AS) mengumumkan keadaan darurat saat terbang di atas Semenanjung Arab, dekat Teluk Persia dan Selat Hormuz.
Menurut data penerbangan yang ditelaah RIA Novosti, Jumat, 21 Agustus 2026, pesawat berusia 46 tahun itu muncul di layar radar pukul 22.40 GMT dengan kode darurat 7700 telah diaktifkan.
ADVERTISEMENT
GULIR UNTUK LANJUT BACA
Pesawat itu kemudian turun dari ketinggian lebih dari 6.700 menjadi sekitar 5.400 meter, kemudian mulai bergerak ke arah barat meninggalkan wilayah udara di atas Teluk Oman dan Selat Hormuz menuju daratan.
Pada saat yang sama, tiga pesawat tanker pengisi bahan bakar udara jenis Boeing KC-46A Pegasus, juga milik AS, beroperasi di wilayah udara dekat Selat Hormuz dan Uni Emirat Arab (UEA).
Ketiga pesawat tanker tersebut sebelumnya lepas landas dari Pangkalan Udara Al Udeid di Qatar dan terbang membentuk pola melingkar di atas wilayah UEA.
Selain itu, Presiden AS Donald Trump mengatakan bahwa negosiasi dengan Iran menjadi rumit karena banyak tokoh pemimpin Iran telah tewas.
"Sebagian dari masalahnya adalah begitu banyak pemimpin yang telah tiada. Tidak mudah untuk mencapai kesepakatan. Tak ada yang tahu siapa yang memimpin," kata dia.
Pada 19 Agustus 2026, Trump mengumumkan dimulainya operasi ekonomi terhadap Iran dan menyerukan kepada sekutu-sekutunya untuk bergabung dengan AS. Kementerian Luar Negeri Iran pada Kamis menyebut langkah tersebut sebagai "terorisme ekonomi".
ADVERTISEMENT
GULIR UNTUK LANJUT BACA
Pada serangan 28 Februari lalu, pemimpin tertinggi Iran Ayatollah Ali Khamenei tewas. Setelah kematiannya, putranya, Mojtaba Ali Khamenei, telah terpilih sebagai pemimpin baru tertinggi Iran.
Namun, Mojtaba belum pernah tampil di depan publik sejak pengangkatannya sebagai pemimpin tertinggi. Namun, dia telah mengeluarkan beberapa pernyataan kepada rakyatnya yang dipublikasikan media resmi Iran.
IHSG Dibuka Menghijau Serupa Bursa Asia yang Menguat sementara Wall Street Anjlok
IHSG dibuka menguat 22 poin atau 0,35 persen di level 6.524 pada pembukaan perdagangan Jumat, 21 Agustus 2026, diprediksi sideways atau mendatar pada perdagangan hari ini
VIVA.co.id
21 Agustus 2026

5 days ago
16
















:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/9310865/original/081850900_1785378315-cropped-2d7f636b-2380-40cc-a881-ea61c56069f5.jpg)

