Prabowo: Begitu Lama Sumber Daya Alam dan Kekayaan RI Diambil hingga Diselundupkan

1 week ago 5

Kamis, 13 Agustus 2026 - 16:28 WIB

Jakarta, VIVA – Presiden Prabowo Subianto mengingatkan, masyarakat agar tak lengah membaca sejarah tentang berbagai tantangan yang pernah dihadapi Indonesia sejak meraih kemerdekaan.

Ia menilai bangsa Indonesia kerap terlambat menyadari ancaman dan kerugian yang terjadi di tengah perjalanan pembangunan.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Prabowo awalnya menyoroti persoalan pengelolaan sumber daya alam Indonesia. Menurutnya, kekayaan negara pernah diambil secara ilegal hingga diselundupkan, sementara respons terhadap persoalan tersebut dinilai kerap terlambat.

“Kita kadang-kadang lambat untuk menyadari apa yang terjadi di sekitar kita dan di kita,” kata Prabowo dalam sambutannya di acara Peluncuran Motor Listrik Nasional di Cikarang, Kabupaten Bekasi, Jawa Barat, Kamis, 13 Agustus 2026.

Ia kemudian menyinggung berbagai bentuk eksploitasi dan praktik ilegal yang menurutnya telah menyebabkan Indonesia mengalami kerugian.

“Begitu lama sumber alam kita diambil, diselundupkan, dilakukan tambang ilegal. Harta kita, kekayaan kita diambil di depan mata kita kadang-kadang, lambat kita reaksi. Begitu banyak persoalan-persoalan yang kita mengalami kerugian,” ujarnya.

Prabowo kemudian membawa pernyataannya ke perjalanan sejarah Indonesia setelah kemerdekaan. Ia mengingatkan bahwa setelah Indonesia merdeka dan kedaulatan diakui, berbagai gangguan serta pergolakan masih terus terjadi.

“Tapi ternyata, walaupun kita begitu kita merdeka, begitu kita menerima kedaulatan, begitu Merah Putih diangkat tahun 1950, seterusnya tiap tahun kita mengalami gangguan intervensi: APRA, RMS, DI/TII, PRRI Permesta, PGRS Paraku, G30S PKI, dan sebagainya dan sebagainya,” kata Prabowo.

Menurut Prabowo, sejarah menunjukkan adanya pola gangguan ketika Indonesia mulai berada di titik penting dalam perjalanan sebagai negara. Karena itu, ia meminta masyarakat memahami kembali berbagai peristiwa sejarah nasional.

“Bukalah sejarah kita. Kerusuhan-kerusuhan tiap kali kita di ambang take-off, muncul ini, muncul itu. Devide et impera,” tegasnya.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Pernyataan tersebut disampaikan Prabowo sebagai pengingat agar Indonesia tidak mengulangi pola konflik yang pernah terjadi. Ia menilai kemampuan memahami sejarah menjadi penting bagi bangsa yang memiliki karakter sosial dan budaya yang sangat beragam.

Prabowo menyebut keberagaman Indonesia bukan sesuatu yang dirancang atau dipilih oleh masyarakat. Kemajemukan tersebut merupakan kondisi yang telah menjadi bagian dari takdir bangsa Indonesia.

Halaman Selanjutnya

“Kita bangsa majemuk, bukan kehendak kita tapi takdir Ilahi. Kita tidak menentukan di mana kita lahir, dari rahim siapa kita lahir, kita tidak menentukan. Itu adalah takdir,” ujar Prabowo.

Halaman Selanjutnya

Read Entire Article
Sindikasi | Jateng | Apps |