Pratama Arhan Bongkar Alasan Persija Kalah dari Persib: Skuad Baru Shin Tae-yong Masih Butuh Adaptasi

9 hours ago 1

Selasa, 4 Agustus 2026 - 19:27 WIB

VIVA Pratama Arhan mengungkap alasan Persija Jakarta harus mengakui keunggulan Persib Bandung pada semifinal Piala Presiden 2026. Menurut bek kiri Timnas Indonesia itu, skuad Macan Kemayoran masih membutuhkan waktu untuk beradaptasi dengan taktik yang diterapkan pelatih Shin Tae-yong.

Persija Jakarta gagal melangkah ke final Piala Presiden 2026 setelah kalah 1-2 dari Persib Bandung dalam laga semifinal yang berlangsung di Stadion Kapten I Wayan Dipta, Gianyar, Bali, Selasa 4 Agustus 2026.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Dalam pertandingan tersebut, Persija sebenarnya datang dengan komposisi tim baru setelah melakukan sejumlah perubahan skuad. Namun, Arhan menilai proses membangun kerja sama tim masih membutuhkan waktu karena banyak pemain yang belum lama bergabung.

"Karena menurut saya kita baru kumpul juga enggak terlalu lama. Banyak pemain baru juga, pemain asing juga kan yang belum tahu Coach Shin kayak gimana, taktiknya kayak gimana," kata Pratama Arhan dalam konferensi pers usai pertandingan.

Pemain yang pernah berkarier di luar negeri itu menyebut para pemain Persija masih dalam tahap memahami sistem permainan Shin Tae-yong. Adaptasi menjadi salah satu faktor penting agar tim bisa tampil lebih solid ke depannya.

"Jadi menurut saya memang butuh waktu aja untuk menyesuaikan taktik Coach Shin," ujar Arhan.

Meski gagal melaju ke final, Arhan menilai pertandingan melawan Persib menjadi pengalaman berharga bagi Persija. Ia berharap kekalahan tersebut bisa menjadi bahan evaluasi sebelum menghadapi kompetisi liga.

"Pertama-tama saya mengucapkan selamat buat Persib untuk melanjut ke final. Buat saya dan teman-teman, ini akan menjadi pembelajaran untuk memperbaiki kesalahan-kesalahan kita di liga nanti," ucap Arhan.

Selain berbicara mengenai kondisi tim, Arhan juga menyampaikan pesan kepada suporter Persib dan Persija terkait rivalitas kedua klub. Menurutnya, persaingan harus tetap berada dalam batas pertandingan dan tidak berlanjut di luar lapangan.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

"Saya berharap rivalitas hanya di lapangan aja 90 menit. Karena di luar kita juga saling teman, saling sapa. Kita seperti sahabat lah, pemain satu sama lain," kata Arhan.

Arhan berharap para suporter juga bisa menjaga hubungan baik seperti para pemain yang tetap menghormati satu sama lain meski membela klub berbeda.

Halaman Selanjutnya

"Untuk para suporter saya berharap juga bisa sama seperti pemain, rivalitas hanya 90 menit di lapangan. Ke depannya semoga bisa sama gitu, layaknya sahabat," tambahnya.

Halaman Selanjutnya

Read Entire Article
Sindikasi | Jateng | Apps |