Jakarta, VIVA – Menteri Keuangan, Purbaya Yudhi Sadewa meyakini, apabila besarnya potensi ekonomi syariah di Tanah Air bisa dimaksimalkan, maka ekonomi syariah nasional akan bisa tumbuh lebih tinggi dari saat ini.
Karenanya, Purbaya berharap para stakeholder di ranah ekonomi syariah dalam negeri bisa memberikan masukan dan solusi, supaya bisa bersama-sama pemerintah dalam mendorong perkembangan ekonomi syariah ke depannya.
ADVERTISEMENT
GULIR UNTUK LANJUT BACA
Dalam acara "Sharia Economic Forum: Accelerating Growth and Prosperity: Path to Global Impact", Purbaya bahkan mengaku tak segan-segan untuk menggelontorkan insentif guna memacu pengembangan potensi ekonomi syariah nasional tersebut.
"Prospek (ekonomi) syariah amat baik, tapi belum digarap (secara maksimal). Maka saya menawarkan, kalau mau dukungan, ayo kita bersama membangun ekonomi syariah," kata Purbaya di kawasan Dharmawangsa, Jakarta Selatan, Kamis, 12 Februari 2026.
Menteri Keuangan, Purbaya Yudhi Sadewa
Photo :
- [Mohammad Yudha Prasetya]
Dia mencontohkan segmen produk busana muslim yang kini masih didominasi produk impor, sebenarnya bisa dikuasai oleh produsen dalam negeri. Karenanya, Purbaya memastikan bahwa pemerintah masih harus berupaya melindungi pasar domestik, dari serbuan produk-produk impor tersebut.
"Saya melindungi pasar domestik kita, supaya produk-produk syariah kita yang buatan dalam negeri, bisa berkibar di sini," ujar Purbaya.
Dia berpendapat, sampai saat ini Indonesia masih belum menguasai kapasitas produksi maupun keahlian mengembangkan bisnis yang berbasis syariah secara optimal, sesuai dengan besarnya permintaan pasar yang ada di domestik.
ADVERTISEMENT
GULIR UNTUK LANJUT BACA
Karenanya, Purbaya berharap nantinya seluruh pemangku kepentingan akan bisa saling bersinergi, guna mendukung upaya pengembangan ekonomi syariah nasional supaya bisa berkembang lebih besar dari yang ada saat ini.
"Kalau dioptimalkan, pasar dalam negeri bisa dikuasai produsen dalam negeri, dan kita juga bisa menguasai pasar internasional secara bertahap," ujarnya.
Purbaya Buka Suara soal Penyegelan 3 Toko Perhiasan Tiffany & Co oleh Bea Cukai
Purbaya menjelaskan, langkah Direktorat Jenderal Bea dan Cukai (DJBC) Kanwil Jakarta menyegel 3 toko perhiasan mewah Tiffany & Co karena ada indikasi pelanggaran impor.
VIVA.co.id
12 Februari 2026

3 weeks ago
13










:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5479806/original/021929400_1768990958-makanan_beku_sehat.jpg)



:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/3429214/original/050982400_1618458325-dan-dealmeida-4aM_QE-HRLw-unsplash.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5500390/original/054028400_1770863825-IMG01145.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5124902/original/069816200_1738908499-glass-water-ai-generated.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5523066/original/035189100_1772787502-andi_campak.jpeg)

