Regulator hingga Investor Didorong Sinergis Benahi Tata Kelola Ekosistem Startup Nasional

4 days ago 16

Kamis, 10 September 2026 - 09:27 WIB

Jakarta, VIVA Regulator hingga investor dinilai perlu melakukan langkah verifikasi nyata terhadap perbaikan tata kelola di ekosistem startup, dan bukan hanya sekadar janji penyelesaian audit. 

Pemerhati keuangan, M. Sarwani mengatakan, rentetan krisis pencabutan izin hingga sengketa hukum pada startup seperti TaniFund, Investree, dan KoinWorks, dinilai menjadi bukti lemahnya pengawasan proaktif khususnya dari pihak investor sebagai lapis pengawasan pertama.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Menurutnya, penyelesaian masalah di sebuah perusahaan rintisan tidak diukur dari terbitnya rekomendasi audit, melainkan dari bukti tuntasnya tindakan perbaikan tersebut. Dia menegaskan perlunya membedakan risiko bisnis yang wajar dengan risiko tata kelola.

"Risiko tata kelola muncul ketika keputusan penting dibuat dengan informasi yang lemah, konflik kepentingan tidak dikelola, hasil audit tidak ditindaklanjuti, atau tanda peringatan diabaikan. Pada titik ini, alasan bahwa investasi itu berisiko tidak lagi bisa diterima," kata Sarwani dalam keterangannya, Kamis, 10 September 2026.

Dia pun secara khusus menyoroti transparansi dalam penyelesaian masalah tata kelola di beberapa startup, salah satunya Ayoconnect. Pasca-mencuatnya laporan transaksi yang dipertanyakan senilai US$5 juta pada 2025, pihak investor menyatakan bahwa 5 rekomendasi audit eksternal sedang diimplementasikan dan ditargetkan rampung pada kuartal pertama 2026.

"Namun hingga saat ini, publik belum melihat adanya laporan verifikasi independen yang membuktikan rekomendasi tersebut benar-benar telah dijalankan," ujarnya.

Selain itu, Sarwani juga mendorong adanya evaluasi menyeluruh (portfolio-wide review) terhadap jaringan investasi Central Capital Ventura (CCV), termasuk portofolio yang bersinggungan langsung dengan konsumen seperti OY! dan JULO.

Munculnya berbagai sinyal persoalan pada beberapa portofolio investasi, seharusnya tidak dipandang sebagai kebetulan semata. Ketika lebih dari satu perusahaan dalam portofolio yang sama menghadapi perhatian publik maupun regulator, pertanyaan wajar berikutnya adalah apakah proses investasi dan pengawasan investornya juga telah diuji secara memadai. 

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

“Dalam konteks CCV, penting untuk mengetahui kapan warning signs pertama kali diketahui, bagaimana informasi tersebut dibawa ke tingkat komite investasi atau manajemen, dan tindakan apa yang kemudian diambil," kata Sarwani.

"Di tengah scrutiny yang telah diarahkan kepada sejumlah investor institusional lain dalam berbagai kasus, prinsip pengawasan yang konsisten seharusnya juga berlaku terhadap CCV,” ujarnya.

Halaman Selanjutnya

Tinjauan ini, kata Sarwani, bukan untuk mencari kesalahan, melainkan untuk mendeteksi kelemahan berulang dalam proses due diligence, penanganan konflik kepentingan, maupun pengawasan pasca-investasi.

Halaman Selanjutnya

Read Entire Article
Sindikasi | Jateng | Apps |