Ruang Digital Bisa Perkuat Kontribusi Tionghoa untuk Indonesia

2 days ago 8

Jumat, 11 September 2026 - 19:37 WIB

Jakarta, VIVA – Forum Sinologi Indonesia (FSI) menyoroti peran teknologi digital dalam menjaga persatuan di tengah keberagaman masyarakat Indonesia. Menurut pemerhati Tionghoa dan Tiongkok sekaligus pengajar Magister Ilmu Komunikasi Universitas Pelita Harapan, Johanes Herlijanto, perkembangan partisipasi masyarakat Tionghoa menunjukkan semakin kuatnya keterlibatan mereka dalam kehidupan kebangsaan Indonesia.

Johanes mengatakan partisipasi masyarakat Tionghoa penting dibicarakan karena fenomena tersebut memperlihatkan keberpihakan terhadap berbagai persoalan di Indonesia, baik pada tingkat lokal maupun nasional. Menurut dia, perkembangan tersebut juga menunjukkan perubahan dari pandangan lama yang melihat masyarakat Tionghoa hanya kuat secara ekonomi tetapi lemah dalam ranah lainnya.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

“Pertanyaan mengenai loyalitas etnik Tionghoa tak lagi relevan untuk ditanyakan, karena mereka berperan aktif dalam proses pembangunan bangsa Indonesia yang masih terus berlangsung,” ujarnya, dikutip Jumat 11 September 2026.

Dalam konteks perkembangan teknologi, Dr. Isyak Meirobie, Asisten Penasihat Khusus Presiden Bidang Komunikasi, menyoroti tantangan yang muncul dari penggunaan media digital. Ia menjelaskan bahwa algoritma memiliki potensi membentuk polarisasi, tetapi teknologi yang sama juga dapat dimanfaatkan untuk mempersatukan masyarakat.

“Nasionalisme Indonesia adalah bagian organik dari kata ‘kita’,” tutur Isyak.

Menurut Isyak, masyarakat dapat menggunakan teknologi untuk menyebarluaskan hal-hal yang positif, termasuk pesan yang menekankan semangat kebangsaan Indonesia. Pemanfaatan ruang digital secara positif dinilai penting karena media sosial telah menjadi salah satu ruang utama masyarakat dalam berinteraksi dan mendapatkan informasi.

Tantangan tersebut semakin penting diperhatikan karena algoritma digital dapat membuat pengguna lebih sering menerima informasi yang sesuai dengan minat atau pandangan mereka. Jika tidak disikapi secara kritis, kondisi tersebut berpotensi mempersempit ruang dialog dan memperkuat polarisasi di tengah masyarakat yang memiliki latar belakang beragam.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Karena itu, teknologi digital tidak hanya perlu dilihat sebagai perangkat untuk mempercepat penyebaran informasi. Ruang digital juga dapat menjadi sarana untuk memperluas interaksi antarkelompok dan memperkenalkan berbagai bentuk kontribusi masyarakat kepada Indonesia.

Peneliti Pusat Riset Politik BRIN, Lidya Christin Sinaga, dalam diskusi yang sama mengatakan partisipasi masyarakat Tionghoa merupakan fenomena yang terus berevolusi seiring proses demokratisasi. Ia melihat adanya perkembangan dari basis interaksi yang awalnya lebih banyak berada di kalangan masyarakat Tionghoa menuju hubungan yang lebih luas dengan kelompok berbeda identitas etnik dan agama.

Halaman Selanjutnya

Perkembangan tersebut menunjukkan bahwa keterbukaan dan interaksi lintas kelompok menjadi bagian penting dalam kehidupan masyarakat. Di era digital, proses tersebut dapat semakin luas karena teknologi memungkinkan berbagai kelompok berkomunikasi dan berbagi pengalaman tanpa dibatasi jarak.

Halaman Selanjutnya

Read Entire Article
Sindikasi | Jateng | Apps |