Rupiah Melemah ke Rp 17.885 usai Laporan MSCI dan Penjualan Ritel yang Melambat di Juni 2026

1 week ago 16

Kamis, 13 Agustus 2026 - 09:14 WIB

Jakarta, VIVA – Nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) diprediksi masih akan bergerak melemah pada perdagangan hari ini.

Berdasarkan data Jakarta Interbank Spot Dollar Rate atau Jisdor BI, kurs rupiah terhadap dolar AS berada di level Rp 17.876 pada Rabu, 12 Agustus 2026. Posisi rupiah itu melemah 52 poin dari kurs sebelumnya di level Rp 17.824 pada perdagangan Selasa, 11 Agustus 2026.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Sementara perdagangan di pasar spot pada Kamis, 13 Agustus 2026 hingga pukul 09.07 WIB rupiah ditransaksikan di Rp 17.885 per dolar AS. Posisi itu melemah 8 poin atau 0,04 persen dari posisi sebelumnya di level Rp 17.877 per dolar AS.

Ilustrasi rupiah dan dolar

Pengamat ekonomi dan pasar uang, Ibrahim Assuaibi mengatakan, penjualan ritel di Indonesia mengalami tekanan akibat melemahnya daya beli masyarakat, yang membuat konsumen lebih memilih menahan belanja barang non-esensial atau non-pokok (discretionary) seperti pakaian, alat komunikasi, dan perlengkapan rumah tangga.

"Penjualan ritel Indonesia turun 3,0 persen secara tahunan pada Juni 2026, melambat dari penurunan 3,9 persen pada bulan sebelumnya dan menandai penurunan paling ringan sejak penurunan dimulai pada April 2026," kata Ibrahim dalam riset hariannya, Kamis, 13 Agustus 2026.

Kemudian, pemerintah melalui Kementerian Keuangan merilis data terbaru total utang pemerintah pusat per semester I-2026 yang mencapai Rp 10.293,69 triliun, dan membuat rasio utang pemerintah terhadap PDB mencapai 41,26 persen. Total utang pemerintah itu berasal dari hasil penerbitan Surat Berharga Negara (SBN) senilai Rp 8.966,79 triliun, dan pinjaman Rp 1.326,90 triliun. 

Sebelumnya, posisi utang pemerintah masih senilai Rp 9.920,42 triliun sampai dengan akhir Maret 2026. Nilai utang tersebut setara dengan 40,75 persen terhadap PDB, atau masih jauh di bawah batas aman Undang-undang Keuangan negara yang sebesar 60 persen terhadap PDB.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Selain itu, kamis dini hari waktu Indonesia, MSCI akan mengumumkan hasil August 2026 Index Review. Berdasarkan pengumuman resmi, daftar penambahan dan penghapusan saham akan dipublikasikan sesaat setelah pukul 23.00 Central European Summer Time pada 12 Agustus, atau sekitar pukul 04.00 WIB pada 13 Agustus 2026. 

Perubahan hasil review akan diterapkan setelah penutupan perdagangan 31 Agustus dan efektif mulai 1 September 2026. Investor perlu membedakan tanggal pengumuman dengan tanggal implementasi. Reaksi harga dapat muncul segera setelah hasil diumumkan, tetapi transaksi penyesuaian dana yang mengikuti indeks biasanya lebih terasa menjelang penutupan pada tanggal implementasi.

Halaman Selanjutnya

"Mata uang rupiah fluktuatif namun ditutup melemah di rentang Rp 17.870-Rp 17.940," ujarnya.

Halaman Selanjutnya

Read Entire Article
Sindikasi | Jateng | Apps |