Rupiah Melemah meski Pemerintah Umumkan Paket Stimulus Ekonomi Ramadhan dan Lebaran 2026

3 weeks ago 10

Kamis, 12 Februari 2026 - 09:56 WIB

Jakarta, VIVA – Nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) diprediksi masih akan bergerak fluktuatif, namun ditutup melemah pada perdagangan hari ini.

Berdasarkan data Jakarta Interbank Spot Dollar Rate atau Jisdor BI, kurs rupiah terhadap dolar Amerika Serikat berada di level Rp 16.781 per Rabu, 11 Februari 2026. Posisi rupiah itu menguat 18 poin dari kurs sebelumnya di level Rp 16.799 pada perdagangan Selasa, 10 Februari 2026.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Sementara perdagangan di pasar spot pada Kamis, 12 Februari 2026. hingga pukul 09.00 WIB rupiah ditransaksikan di Rp 16.811 per dolar AS. Posisi itu melemah 25 poin atau 0,15 persen dari posisi sebelumnya di level Rp 16.786 per dolar AS.

Nilai Tukar Rupiah Terhadap Dollar

Photo :

  • VIVA.co.id/M Ali Wafa

Pengamat ekonomi dan pasar uang, Ibrahim Assuaibi mengatakan, memasuki bulan Ramadhan dan libur Idul Fitri tahun 2026, pemerintah meluncurkan Paket Stimulus Ekonomi I-2026 yang mencakup kebijakan diskon transportasi, work from anywhere (WFA), dan bantuan pangan.

"Kebijakan ini merupakan bagian dari upaya untuk memastikan kelancaran dan kenyamanan serta memberikan keringanan bagi masyarakat dalam menyambut Ramadan dan Idul Fitri," kaya Ibrahim dalam riset hariannya, Kamis, 12 Februari 2026.

Selain stimulus ekonomi, pemerintah juga memprioritaskan aspek keselamatan dan kenyamanan perjalanan mudik. Kemudian, koordinasi lintas Kementerian/Lembaga terus dilakukan, untuk memastikan kelayakan infrastruktur jalan terutama di tengah kondisi curah hujan yang tinggi.

Tak hanya pemberian stimulus ekonomi berupa diskon transportasi, pemerintah juga memperkuat daya beli masyarakat dengan menyalurkan bantuan pangan berupa 10 kilogram beras dan 2 liter minyak goreng per bulan. Keduanya diberikan sekaligus untuk dua bulan, dengan target penerima manfaat sebanyak 35,04 juta keluarga penerima manfaat (KPM) yang berasal dari desil 1-4. 

Dengan kebijakan yang dirumuskan ini, pemerintah dapat menggerakkan ekonomi masyarakat sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi nasional. Sehingga bisa mendongkrak Produk Domestic Bruto (PDB) di kuartal pertama lebih baik, dibandingkan kuartal keempat tahun 2025.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

"Mata uang rupiah fluktuatif namun ditutup melemah di rentang Rp 16.780- Rp 16.810," ujarnya.

Sebagai informasi, data penjualan ritel AS untuk bulan Desember lebih lemah dari yang diperkirakan. Angka tersebut menunjukkan bahwa pengeluaran konsumen secara luas di ekonomi terbesar dunia sedang mendingin di tengah inflasi yang tinggi dan tekanan pada pasar tenaga kerja. Kelemahan yang berkelanjutan dalam pengeluaran dapat menghadirkan prospek yang lebih lemah bagi perekonomian.

Halaman Selanjutnya

Prospek ekonomi yang lebih lemah pada gilirannya dapat mendorong Federal Reserve (The Fed) untuk memangkas suku bunga lebih lanjut tahun ini, untuk menopang pertumbuhan. Imbal hasil obligasi pemerintah AS turun karena anggapan ini, sementara dolar kesulitan untuk pulih dari kerugian besar yang tercatat pada hari Senin.

Halaman Selanjutnya

Read Entire Article
Sindikasi | Jateng | Apps |