Rusia Diam-diam Bantu Iran Kembangkan Rudal Supersonik, Targetkan Kapal Induk AS

4 hours ago 1

Kamis, 3 September 2026 - 08:10 WIB

VIVA Rusia disebut-sebut telah membantu Iran secara diam-diam mengembangkan rudal jelajah supersonic selama bertahun-tahun, termasuk saat perang antara Amerika Serikat dan Iran berlangsung.

Moskow disebut telah mengerahkan sejumlah ahli militernya yang paling berpengalaman untuk membantu Iran mengembangkan rudal jenis baru yang mampu mengancam kapal induk dan kapal perang Amerika Serikat yang ditempatkan di kawasan Timur Tengah. Hal itu terungkap dalam investigasi Financial Times baru-baru ini. 

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Fokus utama program tersebut adalah membantu Iran mengembangkan sistem propulsi khusus bernama ramjet, yang memungkinkan rudal jelajah terbang dengan kecepatan beberapa kali lipat dari kecepatan suara, menurut laporan tersebut.

Melansir laman The Independent, Kamis 3 September 2026,  pakar rudal Iran, Fabian Hinz menyebut program ini sebagai bentuk transfer teknologi sensitif dari Moskow ke Teheran. Menurutnya, teknologi tersebut telah diincar Iran selama puluhan tahun dan proses transfernya kemungkinan membutuhkan persetujuan dari tingkat paling atas pemerintahan Rusia.

Transfer teknologi dengan kode C430L itu dimulai pada 2023 dan masih berlanjut hingga perang Amerika Serikat melawan Iran. Laporan tersebut mengutip korespondensi Rusia yang bocor, catatan perjalanan, serta sejumlah paten militer.

Dalam beberapa bulan terakhir, sejumlah investigasi mengungkap dugaan transfer teknologi militer dari Moskow ke Teheran. Transfer tersebut diduga tetap berlangsung meski pemerintahan Donald Trump berupaya menjadi mediator dan membuka kembali jalur komunikasi dengan Kremlin.

Sebuah dokumen rahasia yang ditemukan The Economist pada awal tahun ini menunjukkan bahwa Rusia sempat mempertimbangkan untuk memberikan Iran peralatan dan pelatihan yang dibutuhkan untuk menghadapi pasukan Amerika Serikat di kawasan Teluk sejak konflik di Timur Tengah pecah.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Dokumen yang diyakini disusun oleh Rusia itu disebut memuat rencana bagaimana Moskow dapat memasok Iran dengan 5.000 drone jarak pendek yang menggunakan serat optik, drone jarak lebih jauh yang dipandu satelit, serta pelatihan mengenai cara menggunakannya.

Pejabat intelijen Barat pada Maret lalu memperingatkan bahwa Rusia mengirim drone ke Iran untuk mendukung upaya perang Iran melawan Amerika Serikat dan Israel. Hal itu terjadi setelah muncul tudingan bahwa Kremlin juga memberikan informasi intelijen mengenai pergerakan pasukan, kapal, dan pesawat Amerika Serikat.

Halaman Selanjutnya

Rusia disebut mulai mengirim drone tersebut pada awal Maret dan menargetkan seluruh pengiriman selesai pada akhir bulan. Pada saat yang sama, Amerika Serikat dan Israel saling melancarkan serangan rudal dengan Iran.

Halaman Selanjutnya

Read Entire Article
Sindikasi | Jateng | Apps |