Saepul Pemutilasi di Depok Idap HIV, Ternyata Aktif Donor Darah Sejak SMA

2 weeks ago 8

Rabu, 12 Agustus 2026 - 17:33 WIB

Depok, VIVA – Fakta baru terungkap dari sosok Saepul alias Saepullah (26), tersangka pembunuhan disertai mutilasi terhadap Kunaefi (51) di Cipayung, Depok. Tersangka ternyata baru mengetahui dirinya mengidap HIV setelah mengikuti kegiatan donor darah pada Februari 2026.

Kepala Unit 1 Subdit Resmob Ditreskrimum Polda Metro Jaya, Komisaris Polisi Dimitri Mahendara mengatakan, Saepul memang sudah aktif mengikuti kegiatan donor darah sejak masih duduk di bangku SMA.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

"Tersangka baru mengetahui jika dirinya menghidap HIV pada sekitar bulan februari 2026 tahun ini, yang baru mengetahui pada saat hendak mendonorkan darahnya di event atau acara donor darah di PMI yang pada saat itu berlokasi di GDC Depok," kata Dimitri kepada wartawan, Rabu, 12 Agustus 2026.

Saat itu, Saepul sempat berhasil mendonorkan darahnya. Namun, sekitar tiga pekan kemudian dia mendapat informasi bahwa hasil pemeriksaan menunjukkan adanya indikasi HIV.

"Tersangka aktif mendonorkan darah dikegiatan acara acara donor darah sejak menduduki bangku sekolah SMA. Pada sekitar bulan februari 2026 tersebuttersangka berhasil mendonorkan darahnya. Setelah tersangka berhasil mendonorkan darahnya 3 minggu kemudian tersangka dikabarkan bahwa tersangka terindikasi terkena HIV," kata dia.

Saepul kemudian menjalani pemeriksaan lanjutan pada Maret 2026 dan dinyatakan positif HIV. Polisi menyebut Saepul setelah itu rutin menjalani pengobatan dan kontrol.

Berdasarkan keterangannya kepada penyidik, obat untuk kondisi tersebut dibelinya di Puskesmas Pancoran Mas, Depok. Penyidik juga menggali informasi dari kerabat dekat Saepul yang memiliki kondisi serupa.

"Kami memeriksa kerabat dekat Saefullah yang juga sama samaa menghidap HIV, dan diantara kerabat-kerabat Saefullah yang terjangkit dan samaa sama tertular HIV mereka saling aktif diacara pengajian dan kajian perkumpulan orang-orang yang terjangkit HIV. Kerabat-kerabat terdekat tersangka saling meyuport dan membantu tersangka untuk rutin menjalani rehabilitasi manual (penyembuhan rawat jalan) dan konsumsi obat secara mandiri," katanya.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Sebelumnya, polisi mengungkap Saepul diduga membunuh pria bernama Kunaefi (51) sebelum memutilasi jasad korban untuk menghilangkan jejak.

Berdasarkan hasil penyidikan sementara, pelaku dan korban diketahui berkenalan melalui media sosial, kemudian sepakat bertemu di sebuah kontrakan di wilayah Cipayung, Depok, pada 23 Juli 2026.

Halaman Selanjutnya

Pertemuan itu diduga berujung cekcok. Pelaku kemudian menusuk perut dan menggorok leher korban menggunakan pisau sebelum memutilasi tubuh korban pada bagian pangkal paha.

Halaman Selanjutnya

Read Entire Article
Sindikasi | Jateng | Apps |