Tangerang, VIVA - Seluruh layanan navigasi penerbangan dipasrioan tetap berjalan secara optimal di tengah dampak gempa bumi yang terjadi di wilayah Nusa Tenggara Timur (NTT) pada Sabtu, 15 Agustus 2026.
Lembaga Penyelenggara Pelayanan Navigasi Penerbangan Indonesia (LPPNPI) atau AirNav Indonesia memastikan, berdasar laporan sejumlah fasilitas pelayanan navigasi penerbangan yang terdampak, maka, AirNav memastikan operasional layanan di bawah koordinasi Direktorat Jenderal Perhubungan Udara, Kementerian Perhubungan, dapat terkendali.
ADVERTISEMENT
GULIR UNTUK LANJUT BACA
Direktur AirNav Indonesia Capt Avirianto Suratno mengungkap, pihaknya juga memastikan bakal mendukung kelancaran proses evakuasi serta distribusi bantuan melalui jalur udara dari dan menuju wilayah terdampak bencana.
"Berdasarkan laporan terakhir yang kami himpun, dampak gempa terhadap fasilitas AirNav Indonesia antara lain terdapat di Unit Bajawa, Unit Ruteng, Cabang Pembantu Ende, Unit Maumere, serta Cabang Pembantu Labuan Bajo. Kerusakan yang teridentifikasi meliputi keretakan dan kerusakan pada sejumlah bagian bangunan tower," tutur dia, Senin, 17 Agustus 2026.
Manajemen AirNav Indonesia memprioritaskan supaya pelayanan navigasi penerbangan tetap bisa dilakukan secara optimal dengan tetap mengedepankan aspek keselamatan.
"Sementara itu, fasilitas AirNav Indonesia di Kupang, Waingapu, Tambolaka, dan Denpasar berdasarkan pemantauan sementara dalam kondisi aman," tuturnya.
Dirinya menyebut, langkah kesiapan itu dilakukan lewat asesmen kondisi fasilitas, penerapan skema kontingensi, serta pengaturan pelayanan dari lokasi yang dinilai aman.
"Alhamdulillah, seluruh personel AirNav Indonesia di wilayah terdampak dilaporkan dalam kondisi selamat. Secara internal, keamanan dan keselamatan pegawai juga menjadi salah satu prioritas manajemen," katanya.
Saat ini, tambah Avirianto, pemeriksaan terhadap kondisi bangunan, fasilitas komunikasi, dan peralatan navigasi penerbangan masih terus dilakukan secara bertahap, dengan mempertimbangkan masih terjadinya gempa susulan di sejumlah wilayah.
AirNav Indonesia terus berkoordinasi dengan Direktorat Jenderal Perhubungan Udara, Kementerian Perhubungan, serta seluruh pemangku kepentingan terkait untuk menjaga kesiapan operasional dan keselamatan penerbangan.
ADVERTISEMENT
GULIR UNTUK LANJUT BACA
Dukungan pelayanan navigasi penerbangan tersebut menjadi bagian penting dalam menjaga konektivitas udara, khususnya untuk mendukung proses evakuasi masyarakat, mobilisasi personel, serta distribusi bantuan kemanusiaan dari dan menuju wilayah terdampak.
Sejalan dengan langkah penanganan kebencanaan yang dikoordinasikan pemerintah, AirNav Indonesia terus memantau kondisi di lapangan dan memastikan dukungan pelayanan navigasi penerbangan bagi kebutuhan penanganan darurat serta pemulihan di wilayah terdampak.
Halaman Selanjutnya
"Ada contigency plan yang kami jalankan dalam situasi seperti ini. Sejalan dengan itu, perkembangan kondisi fasilitas dan pelayanan navigasi penerbangan akan terus dipantau dan disampaikan secara berkala kepada pemerintah, sesuai hasil verifikasi serta perkembangan situasi di lapangan," katanya.

6 hours ago
2















