Kamis, 10 September 2026 - 10:30 WIB
Jakarta, VIVA – Sebagian besar pekerja di pabrik produsen mobil Prancis Renault menolah untuk bekerja dengan memproduksi senjata di jalur perakitan mobil. Hal itu ditegaskan anggota serikat pekerja CGT di Renault, Florent Grimaldi, pada Rabu waktu setempat.
Meski demikian, Grimaldi menegaskan bahwa pekerja Renault menghadapi risiko pemutusan hubungan kerja (PHK) jika menolak merakit senjata sesuai dengan instruksi.
ADVERTISEMENT
GULIR UNTUK LANJUT BACA
"Kami tidak menyambut kecenderungan umum yang mengarah pada perang. Kami juga tidak menyambut baik negara-negara yang menggelontorkan miliaran euro untuk produksi senjata, sementara kita seharusnya mengalokasikan anggaran untuk petugas pemadam kebakaran, guru, rumah sakit, dan banyak sektor lain yang membutuhkan tambahan pendanaan," kata Grimaldi kepada stasiun televisi Prancis LCI, dilansir dari Sputnik, Kamis, 10 September 2026.
Dia menegaksan, saat ini banyak pekerja perusahaan mengatakan bahwa mereka adalah produsen mobil."(Perusahaan) mendaftar untuk memproduksi mobil, bukan senjata," imbuh Grimaldi.
"Saya hanya akan mengutip (penulis Prancis) Anatole France, yang menulis pada 1922, 'Mereka mengira mereka mati demi negara, tetapi sebenarnya mereka mati demi para industrialis'," kata Grimaldi ketika ditanya apakah dia menganggap seruan Presiden Emmanuel Macron untuk memperkuat persenjataan dapat dibenarkan.
Grimaldi menuturkan bahwa para pekerja Renault tidak ingin mengalami perang lagi hanya untuk kembali menyadari makna perkataan Anatole France tersebut.
ADVERTISEMENT
GULIR UNTUK LANJUT BACA
Pada Januari, Renault menandatangani kontrak untuk memproduksi drone bagi militer Prancis, menurut laporan BFMTV. Pada Mei, Yulia Zhdanova, kepala delegasi Rusia dalam perundingan Wina terkait keamanan militer dan pengendalian senjata, mengatakan bahwa Eropa menggunakan infrastruktur sipil untuk keperluan militer.
Dalam beberapa tahun terakhir, Rusia menyoroti aktivitas dan peningkatan pasukan NATO yang belum pernah terjadi sebelumnya di dekat perbatasan baratnya. Kremlin menyatakan Rusia tidak mengancam siapa pun, tetapi tidak akan mengabaikan tindakan yang berpotensi membahayakan kepentingannya. (Ant)
Prancis Berencana Pangkas Gaji Menteri dan Anggota Dewan Demi Hemat Anggaran
Perdana Menteri (PM) Prancis Sebastien Lecornu berencana memangkas gaji para menteri sebagai bagian dari langkah penghematan untuk menekan defisit anggaran
VIVA.co.id
9 September 2026

4 days ago
16













