Serius Tangani Karhutla, Pemerintah Siapkan 1.691 Layanan Kesehatan hingga 360 RS Rujukan

3 days ago 6

Kamis, 10 September 2026 - 19:59 WIB

Jakarta, VIVA – Pemerintah melalui Kementerian Kesehatan terus memantau dan menangani dampak kesehatan yang dialami masyarakat akibat kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di sejumlah provinsi.

Saat ini, Kemenkes telah menyiapkan pos pelayanan kesehatan di 1.691 puskesmas, 360 rumah sakit (RS) rujukan, dan 87 laboratorium kesehatan masyarakat (labkesmas) untuk pengujian kualitas udara. Selain itu, juga menyiagakan Public Safety Center (PSC) 119 dan tenaga kesehatan cadangan (TCK) hingga memobilisasi bantuan logistik kesehatan ke wilayah terdampak.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

“Untuk penanganan dan pemantauannya, kita sudah siapkan pos pelayanan kesehatan di 1.691 puskesmas. Kemudian, mobilisasi bantuan logistik juga di wilayah-wilayah yang terdampak karhutla,” kata Juru Bicara Kementerian Kesehatan Widyawati dalam konferensi pers di Jakarta, Kamis, 10 September 2026.

Widyawati menjelaskan Kemenkes mengirimkan tenaga kesehatan yang terdiri dari 18.457 dokter umum, 189 dokter spesialis paru, 238 dokter spesialis THT, 280 dokter spesialis mata, dan 212 dokter spesialis dermatologi.

Menurut Kemenkes, penyakit yang dialami masyarakat terdampak karhutla biasanya meliputi Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA), pneumonia, asma, iritasi mata, dan iritasi kulit. Berbagai risiko penyakit ini dipantau ketat oleh Kemenkes.

Bertalian dengan itu, Kemenkes juga melaksanakan surveilans kualitas udara dalam ruang dan dampak kesehatan di permukiman pada wilayah berisiko karhutla.

“Dan juga menerbitkan surat kewaspadaan karhutla bagi dinas kesehatan,” ucapnya.

Menurut data Kemenkes, ada 12,5 juta penduduk terdampak karhutla di tujuh provinsi. Masing-masing sebanyak 2,2 juta orang di Kalimantan Selatan, 2,8 juta orang di Kalimantan Tengah, 3,9 juta orang di Kalimantan Barat, dan 436 orang di Kalimantan Timur. Lalu, 1,8 juta orang di Jambi, 1,2 juta orang di Riau, dan 398 ribu orang di Sumatera Selatan.

Dari jumlah tersebut, 324 penduduk terdampak berat atau harus rawat inap, 23 orang terdampak ringan, 45 orang di pengungsian, dan 4 orang meninggal dunia.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Widyawati menuturkan hingga 9 September 2026, sebanyak 980.315 lembar masker dan 36 tabung oksigen telah dibagikan ke berbagai wilayah terdampak karhutla. Selain itu, juga ada 277 unit oxygen concentrator (OC), 41.000 pasang sarung tangan, 4.908 alat pelindung diri (APD), 120 unit face shield, 9 unit air purifier, dan 248 dus pemberian makanan tambahan (PMT).

“Terbagi di dalam Kalimantan Selatan, Kalimantan Tengah, Kalimantan Barat, Kalimantan Timur, Jambi, Riau, dan juga Sumatera Selatan,” katanya.

Ilustrasi Karhutla

Kabar Baik! 421 Hektare Karhutla di 6 Provinsi Berhasil Dipadamkan

BNPB mencatat 421,19 hektare lahan terbakar berhasil dipadamkan di enam provinsi prioritas penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) pada 9 September 2026.

img_title

VIVA.co.id

10 September 2026

Read Entire Article
Sindikasi | Jateng | Apps |