Seskab Teddy: Prabowo Bawa 3 Pesan Penting di KTT BRICS

3 hours ago 1

Senin, 14 September 2026 - 08:34 WIB

VIVA – Presiden RI Prabowo Subianto menyampaikan tiga pesan utama Indonesia dalam Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) BRICS 2026. Pesan tersebut mencakup pentingnya kemandirian nasional, penguatan persatuan negara-negara Global South, serta peningkatan kerja sama konkret di antara anggota BRICS.

Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya mengatakan pesan tersebut disampaikan Prabowo saat mengikuti sesi terbatas KTT BRICS 2026 bertajuk Inclusive Global Governance and Strengthening Multilateralism pada Sabtu, 12 September 2026.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Menurut Teddy, pesan pertama yang ditekankan Prabowo berkaitan dengan kemampuan Indonesia untuk berdiri secara mandiri dengan memperkuat ketahanan nasional.

“Kekuatan sebuah negara bermula dari kemampuannya memenuhi kebutuhan dasar rakyatnya, pangan, energi, dan pendidikan. Dengan fondasi yang kuat, Indonesia tidak akan bergantung atau mudah didikte oleh kekuatan tertentu,” kata Teddy dalam keterangan tertulis, Senin 14 September 2026. 

Prabowo menilai ketahanan pangan, energi, dan pendidikan bukan sekadar persoalan memenuhi kebutuhan dalam negeri. Ketiga sektor tersebut juga menjadi fondasi penting agar Indonesia memiliki ruang yang lebih besar dalam menentukan arah pembangunan serta memperjuangkan kepentingan nasional.

Dorong Persatuan Negara Global South

Pesan kedua yang dibawa Prabowo adalah pentingnya memperkuat persatuan negara-negara Global South. Menurut Teddy, Presiden mengingatkan bahwa negara-negara berkembang perlu membangun kekuatan bersama dalam menghadapi berbagai tantangan global.

Prabowo turut mengutip pepatah Indonesia untuk menggambarkan pentingnya kebersamaan tersebut.

“Mengutip pepatah ‘Bersatu kita teguh, terpecah kita runtuh’, Presiden mengingatkan kembali pentingnya spirit Konferensi Asia-Afrika. Negara-negara Global South kini berdiri setara untuk memperjuangkan kepentingan dan masa depannya sendiri,” ujar Teddy.

Semangat Konferensi Asia-Afrika, lanjut Teddy, dinilai kembali relevan di tengah meningkatnya peran negara-negara berkembang dalam peta ekonomi dan geopolitik dunia.

BRICS Harus Hasilkan Kerja Sama Nyata

Pesan ketiga Prabowo menyangkut posisi strategis BRICS. Organisasi tersebut dinilai memiliki kekuatan besar karena mewakili sekitar separuh populasi dunia.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Namun, besarnya potensi tersebut menurut Prabowo perlu diwujudkan dalam bentuk kerja sama yang memberikan manfaat langsung bagi negara-negara berkembang.

“BRICS mewakili separuh populasi dunia. Kekuatan ini harus diubah menjadi kerja sama yang nyata: memperkuat ketahanan pangan dan energi, menghubungkan pasar, modal, teknologi, sumber daya, dan pengetahuan, serta membuka peluang pembangunan yang lebih besar bagi negara-negara berkembang,” tutur Teddy.

Halaman Selanjutnya

Selain tiga pesan tersebut, Prabowo juga mendorong terwujudnya tata kelola global yang lebih adil dan inklusif. Indonesia tetap menilai Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) harus menjadi pusat sistem multilateral dunia.

Halaman Selanjutnya

Read Entire Article
Sindikasi | Jateng | Apps |